Pendekatan Geografi

June 29th, 2020

Seperti yang sudah kita ketahui, geografi merupakan ilmu yang cakupannya sangat luas karena membahas aspek fisik maupun aspek sosial, serta masalah-masalah yang terjadi di dalamnya. Oleh karena itu, metode-metode pendekatan geografi digunakan untuk memahami berbagai gejala, permasalahan, serta fenomena geosfer yang terjadi di bumi. 

Pendekatan geografi bisa diartikan sebagai suatu metode untuk memahami gejala/fenomena geosfer. Menurut R. Bintarto dan Surastopo Hadisumarno, dalam geografi terdapat 3 jenis pendekatan geografi yaitu, pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan, dan pendekatan kompleks wilayah.

Pendekatan Keruangan

Pendekatan geografi yang pertama adalah pendekatan keruangan. Pendekatan keruangan atau Spatial Approach adalah pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena geosfer berdasarkan ruang kejadiannya. Ruang dalam geografi bisa berarti struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), maupun proses (spatial process).

Dengan pendekatan keruangan, persamaan dan perbedaan suatu fenomena geosfer akan dikaji melalui aspek keruangan. Aspek-aspek keruangan dalam geografi mencakup faktor lokasi, kondisi alam dan kondisi sosial budaya pada masyarakat.

Contoh dari analisis pendekatan keruangan adalah pada saat musim hujan, di sebuah daerah sering kali terjadi banjir. Lokasi sebaran banjir pada daerah tersebut ditinjau pola keruangannya. Pada lokasi mana yang selalu tergenang setiap musim hujan dan lokasi mana yang tergenang setiap 5 tahun sekali?

Pendekatan Kelingkungan

pendekatan geografi-ekologis

Sumber: Unsplash.com

Pendekatan Kelingkungan atau Ecological Approach adalah upaya dalam mengkaji fenomena geosfer yang berada di suatu tempat/wilayah tertentu dengan menerapkan konsep ekosistem. Pendekatan geografi ini digunakan untuk memahami keterkaitan antara makhluk hidup dengan habitatnya, termasuk interaksi manusia dengan lingkungan alamnya.

Contoh dari pendekatan kelingkungan adalah masalah banjir di sebuah daerah. Selain dari mengidentifikasi faktor fisik yang menyebabkan terjadinya banjir di daerah tersebut, perilaku masyarakat setempat dalam mengelola lingkungan alam di daerah tersebut juga diidentifikasi untuk menemukan jawaban atas permasalahan banjir.

Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan Kompleks Wilayah adalah perpaduan dari pendekatan keruangan dan pendekatan ekologis. Pendekatan ini berdasarkan pada konsep diferensiasi areal yaitu adanya perbedaan karakteristik dan keunikan yang dimiliki setiap wilayah. Setiap wilayah pastinya memiliki perbedaan karakteristik yang mendorong terjadinya interaksi antar wilayah untuk saling memenuhi kebutuhannya.

Contoh dari pendekatan kompleks wilayah adalah pada pembangunan yang dilakukan di hulu sungai dapat menyebabkan banjir di daerah hilir apabila tidak direncanakan dengan baik. Selain dari aspek fisik penyebab banjir, perilaku manusia yang dapat menyebabkan banjir di daerah hulu maupun hilir juga diperhatikan.


Referensi

https://www.tandfonline.com/doi/pdf/10.1111/j.1467-8306.1970.tb00754.x?needAccess=true
https://www.nationalgeographic.org/education/about/national-geography-standards/geographic-perspectives/

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.