Sistem Klasifikasi Iklim Köppen-Geiger

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Klasifikasi iklim Köppen-Geiger saat ini merupakan salah satu sistem klasifikasi iklim yang paling banyak digunakan di dunia. Sistem klasifikasi iklim ini disusun oleh ahli klimatologi Jerman-Rusia, Wladimir Köppen sekitar akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Selanjutnya, Rudolf Geiger memperkenalkan beberapa perubahan pada sistem klasifikasi ini yang menyempurnakan sistem klasifikasi iklim Köppen-Geiger.

Köppen menggunakan karakteristik rata-rata temperatur dan curah hujan bulanan yang dihubungkan dengan persebaran vegetasi sebagai acuan utamanya. Menurutnya, iklim bumi secara umum dibagi menjadi 5 tipe utama, yaitu:

  1. Tropis (A): Iklim tropis bersuhu hangat sepanjang tahun.
  2. Kering/Arid (B): Iklim kering memiliki curah hujan rendah.
  3. Sedang/Temperate (C): Iklim sedang memiliki rata-rata suhu tahunan yang relatif sejuk.
  4. Kontinental (D): Iklim kontinental/benua memiliki musim panas yang terik dan musim dingin yang dingin, biasanya terdapat di wilayah tengah benua.
  5. Polar/Alpine (E): Iklim kutub konsisten bersuhu dingin sepanjang tahunnya.

Kelima klasifikasi iklim ini selanjutnya dapat dibagi lagi menjadi tipe-tipe yang lebih spesifik.

Iklim Tropis (A)

Iklim Köppen A
Sumber: Wikimedia Commons

Iklim tropis dicirikan oleh suhunya hangat sepanjang tahun, memiliki curah hujan yang relatif tinggi, dan cenderung memiliki biodiversitas yang beragam. Tipe iklim ini banyak ditemukan di sekitar ekuator, mulai dari 15° Lintang Utara hingga 15° Lintang Selatan. Parameter utama tipe iklim ini adalah suhu bulanan rata-rata terendahnya yang lebih dari 18°C.

Selanjutnya, iklim tropis dapat dibagi lebih lanjut kembali berdasarkan presipitasinya.

Tipe IklimKlasifikasi
Tropical rainforest (Af)Presipitasi pada bulan terkering sekurang-kurangnya 6 cm
Tropical monsoon (Am)Presipitasi pada bulan terkering kurang dari 6 cm, namun lebih dari 4% total curah hujan tahunan.
Tropical wet and dry savannah (Aw)Presipitasi pada bulan terkering kurang dari 10 cm serta kurang dari 4% total curah hujan tahunan.

Iklim Kering (B)

Iklim Köppen B
Sumber: Wikimedia Commons

Wilayah arid dan semiarid mencakup sekitar 25% wilayah daratan bumi. Iklim kering merupakan satu-satunya tipe iklim Köppen yang klasifikasinya tidak berdasarkan temperatur. Daerah pada iklim kering dicirikan dengan rata-rata curah hujan tahunannya yang rendah. Tipe iklim ini mengalami perubahan temepratur drastis antar musimnya. Tipe iklim ini dibagi menjadi 2 bagian, iklim stepa (BS) dan iklim gurun (BW).

Tipe IklimKlasifikasi
Arid desert (BW)Curah hujan tahunan kurang dari 50% dari ambang batas curah hujan.
Semi-arid steppe (BS)Curah hujan tahunan lebih dari 50% dari ambang batas curah hujan.

Iklim Sedang (C)

Iklim Köppen C
Sumber: Wikimedia Commons

Iklim temperate atau sedang banyak ditemukan di pinggiran benua. Kondisi iklimnya terbilang relatif bersahabat karena tidak memiliki musim dingin dam musim panas yang ekstrim. Iklim sedang memiliki suhu rata-rata bulan terdingin antara -3°C hingga 18°C. Selain itu, terdapat setidaknya satu bulan dimana suhu rata-ratanya lebih dari 10’C.

Tipe IklimKlasifikasi
Mild temperate dry summer (Cs)Presipitasi pada bulan terkering dari ½ tahun di musim panas kurang dari 4 cm dan < 1/3 dari jumlah presipitasi di bulan terbasah pada musim dingin
Mild temperate dry winter (Cw)Presipitasi di bulan terkering pada setengah tahun di musim dingin < 1/10 dari jumlah presipitasi di bulan terbasah pada musim panas
Mild temperate humid (Cf)Presipitasi tidak memenuhi kondisi s atau w

Iklim Kontinental (D)

Iklim Köppen D
Sumber: Wikimedia Commons

Sesuai dengan istilahnya, iklim kontinental biasanya terletak di bagian dalam benua. Biasanya, iklim kontinental terdapat pada 40° hingga 75° garis lintang baik di belahan utara maupun selatan. Namun, tipe iklim seperti ini jarang ditemukan di belahan bumi selatan karena kurangnya massa daratan pada lintang tersebut di belahan bumi selatan. Tipe iklim ini memiliki setidaknya satu bulan dengan temperatur rata-rata di atas 10°C dan rata-rata temperatur bulan terdinginnya kurang dari -3°C. Sama halnya dengan tipe iklim Köppen B, tipe iklim ini juga mengalami perubahan drastis antar musimnya.

Tipe IklimKlasifikasi
Continental dry summer (Ds)Presipitasi pada bulan terkering dari ½ tahun di musim panas kurang dari 4 cm dan < 1/3 dari jumlah presipitasi di bulan terbasah pada musim dingin
Continental dry winter (Dw)Presipitasi di bulan terkering pada setengah tahun di musim dingin < 1/10 dari jumlah presipitasi di bulan terbasah pada musim panas
Continental humid (Df)Presipitasi tidak memenuhi kondisi s atau w

Iklim Polar (E)

Iklim Köppen E
Sumber: Wikimedia Commons

Terakhir, wilayah dengan tipe iklim polar mengalami suhu yang sangat dingin sepanjang tahun. Suhu rata-rata bulan terpanas di zona iklim ini selalu berada di bawah 10°C. Tipe iklim ini banyak terbentuk di wilayah kutub, dengan posisi lintang diatas 70° lintang utara dan selatan. Iklim tipe E dibagi menjadi 2 bagian, Tundra (ET) dan Ice Cap (EF).

Tipe IklimKlasifikasi
Tundra (ET)Rata-rata temperatur pada bulan terhangat antara 10° dan 0°C
Ice Cap (EF)Rata-rata temperatur pada bulan terhangat 0°C atau dibawahnya

Referensi:

  1. Ahrens, C. Donald., Henson, Robert. Meteorology Today. Cengage, 2013.
  2. Lutgens, Frederick K., et al. Earth Science. Pearson, 2014.
  3. Lutgens, Frederick K., et al. The Atmosphere: an Introduction to Meteorology. Pearson, 2013.

Foto sampul: Pexels

Newsletter
📬 Ikuti Newsletter kami dan dapatkan Artikel terbaru lebih awal
artikel terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan