Kurva Hjulström: Erosi, Transportasi, dan Deposisi oleh Air

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Kurva Hjulström merupakan diagram yang menjelaskan hubungan antara erosi, transportasi, dan deposisi sedimen pada aliran air. Berdasarkan diagram ini, kita dapat mengetahui apakah suatu aliran sungai akan mengikis, mengangkut, atau mengendapkan sedimen tergantung pada ukuran partikel serta kecepatan aliran airnya.

Diagram Kurva Hjulström

Sumber: Wikimedia Commons

Diagram kurva Hjulström dapat dibagi menjadi 3 area, transportasi, erosi, dan deposisi.

  1. Transportasi
    Area transportasi berada di area antara entrainment velocity dan fall velocity. Area ini merupakan area dimana partikel sedimen dapat dibawa oleh air mengikuti aliran sungai.
  2. Deposisi
    Area dibawah fall velocity merupakan area dimana partikel terdeposisi dan mengendap di dasar sungai.
  3. Erosi
    Erosi terjadi saat aliran dapat mengangkut dan mulai mengerosi partikel sedimen di dasar sungai. Area kurva ini berada di atas entrainment velocity.

Entrainment Velocity dan Fall Velocity

Entrainment velocity merupakan kecepatan aliran yang dibutuhkan untuk mengangkat partikel sedimen sungai. Entrainment velocity memiliki nilai yang berbeda tergantung pada ukuran partikel sedimennya. Semakin kecil ukuran partikelnya, semakin mudah juga partikel tersebut untuk diangkat oleh aliran air. Namun, hal ini tidak berlaku bagi partikel clay. Sifat kohesif partikel-partikel clay/lempung cenderung yang menyatu dengan satu sama lain menyebabkan clay lebih sulit untuk diangkat dan dibawa jika dibandingkan dengan partikel sand. Hal ini menyebabkan partikel clay memerlukan kecepatan aliran yang lebih tinggi untuk dapat terangkat.

Kecepatan lebih tinggi dibutuhkan untuk mengangkat partikel dibandingkan untuk membawanya. Sehingga, partikel yang telah terdeposisi tidak mudah untuk dapat terkikis dan terangkut kembali.

Saat kecepatan aliran menurun di daerah hilir, aliran air akan mencapai fall velocity dimana energi yang ada tidak mampu membawa partikel lebih jauh lagi sehingga mengalami deposisi.


Referensi:

  1. Nagle, Garrett. Cambridge International AS and A Level Geography. Hodder Education, 2016.
  2. Holden, Joseph A. An Introduction to Physical Geography and the Environment. Pearson, 2017.
  3. Hjulström curve. http://nanofase.eu/show/hjulström-curve_1737

Foto sampul: Pixabay

Newsletter
📬 Ikuti Newsletter kami dan dapatkan Artikel terbaru lebih awal
artikel terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan