5 Samudra yang Menyusun Permukaan Bumi

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Seperti yang kita ketahui, air menutupi lebih dari 71% permukaan bumi. Sebagian besar air yang menutupi permukaan bumi terbagi ke dalam 5 samudera yang kita kenal saat ini. Seluruh lautan yang ada di muka bumi ini sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang saling terhubung antara satu sama lain. Namun, biasanya samudra yang ada di bumi kita ini dibagi menjadi 5 bagian berdasarkan lokasi geografisnya.

Samudra Pasifik

Sumber: Wikimedia Commons

Samudra Pasifik adalah lautan terbesar yang menutupi lebih dari 30% permukaan Bumi, hampir setengah dari permukaan air di Bumi. Bahkan, luas dari samudra Pasifik melebihi luas daratan yang ada di bumi. Selain luas, Pasifik juga memiliki kedalaman yang menakjubkan. Rata-rata kedalamannya mencapai 4.280 meter di bawah permukaan laut. Titik terdalam Bumi, Challenger Deep di Palung Mariana terdapat 10,911 meter dibawah permukaan Pasifik.

Samudra Pasifik mendapatkan namanya dari bahasa latin yang artinya “damai”. Konon, nama samudera yang digunakan saat ini diciptakan oleh penjelajah Portugis Ferdinand Magellan selama penjelajahan bangsa Spanyol mengelilingi dunia pada tahun 1521, ketika ia menemukan angin yang menguntungkan untuk mencapai lautan. Dia menyebutnya Mar Pacรญfico, yang dalam bahasa Portugis dan Spanyol berarti “laut yang damai”. Lalu nama yang Magellan berikan diserap dan digunakan hingga saat ini.

Bagian barat Pasifik dibatasi oleh benua Asia dan Australia sedangkan bagian timurnya dibatasi oleh Benua Amerika.

Ekuator membagi Samudra Pasifik menjadi dua bagian, yaitu Pasifik Utara dan Pasifik Selatan.

Samudra Atlantik

Sumber: Wikimedia Commons

Samudra Atlantik terletak di antara benua Amerika di sebelah barat serta benua Eropa dan Afrika di sebelah timur. Atlantik merupakan samudera terbesar kedua di dunia dan juga yang salinitasnya paling tinggi. Bentunya menyerupai huruf “S” di antara benua Amerika, Eropa, dan Afrika.

Nama “Atlantik” berasal dari nama dewa Yunani “Atlas” yang tugasnya menurut mitologi Yunani menopang langit untuk selamanya. Atlantik bagi bangsa Eropa menjadi pemisah antara Dunia Lama (benua Eropa dan Afrika) di timur dan Dunia Baru (benua Amerika) di barat.

Dasar lautan Atlantik terdiri dari Mid-Atlantic Ridge yang merupakan pegunungan bawah laut yang memanjang dari Islandia di utara hingga ke garis 58 derajat lintang selatan. Mid-Atlantic Ridge merupakan barisan pegunungan terpanjang di dunia yang terbentuk akibat pertemuan lempeng divergen di lautan.

Samudra Hindia

Sumber: Wikimedia Commons

Samudra Hindia merupakan samudera dengan luas terbesar ketiga di dunia. Samudra yang mencakup hampir 20% permukaan lautan di dunia ini dikelilingi oleh daerah-daerah berkepadatan penduduk tinggi seperti India dan Indonesia. Rata-rata kedalamannya mencapai 3.890 m dan pada titik terdalamnya di Palung Sunda mencapai hingga ke kedalaman 7.725 meter dibawah permukaan laut.

Hindia berbatasan dengan India di utara, Afrika di barat, Australia dan Kepulauan Nusantara di timur, serta Samudra Selatan/Antartik di selatan. Sejak sekitar tahun 800 Masehi, Samudra Hindia telah memainkan peran penting dalam perdagangan doi kawasan ini. Selama berabad-abad, para pelaut berlayar di sepanjang arus laut utama sebagai rute perdagangan. Di lautan ini terdapat Dipole Mode yang memengaruhi Indonesia dan wilayah-wilayah lain di sekeliling samudra Hindia.

Samudra Selatan

Southern 
Southern
Sumber: Wikimedia Commons

Samudra Selatan atau yang disebut juga Antartik dan Australis terdiri dari perairan paling selatan dari lautan dunia. Umumnya, wilayahnya mencakup lautan yang berada di selatan garis lintang 60 ยฐ LS dan mengelilingi benua Antartika. Ukurannya menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, hanya lebih besar dari Arktik.

Pada tahun 2000, Samudra Selatan menjadi samudera terbaru yang diakui oleh Organisasi Hidrografi Internasional. Wilayahnya ditetapkan berbatasan dengan benua Antartika secara keseluruhan. Wilayahnya merupakan lingkungan yang ekstrim sehingga menjadi yang paling sedikit dipahami dari 5 samudera yang. Hal ini karena daerahnya yang sulit dijelajahi, jauh dari daerah berkepadatan penduduk tinggi dan memiliki iklim yang ekstrim.

Samudra Arktik

Sumber: Wikimedia Commons

Samudra Arktik merupakan yang terkecil dan terdangkal di antara Pasifik, Atlantik, Hindia, dan Antartik. Selain itu, Arktik juga menjadi lautan yang paling dingin dan paling asin di dunia. Meski begitu, Arktik merupakan yang paling beragam biodiversitasnya dalam hal biota lautan. Disini terdapat beragam spesies laut termasuk paus, ubur-ubur, biota-biota lautan lainnya.

Berbeda dengan kutub selatan Bumi, kutub utara Bumi tidak terdapat di daratan melainkan terdapat di lautan, tepatnya di Arktik. Daerah ini juga merupakan salah satu daerah dengan cadangan bahan bakar fosil terbesar yang saat ini diperebutkan oleh negara-negara di sekitarnya seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Norwegia

Referensi:
Ocean. https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/ocean/
Ocean. https://www.britannica.com/science/ocean

Foto: National Geographic Society

Newsletter
๐Ÿ“ฌ Ikuti Newsletter kami dan dapatkan Artikel terbaru lebih awal
artikel terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan