Akuifer: Sumber Air yang Tersembunyi

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Air menutupi lebih dari 70% permukaan bumi. Selain pada permukaan, air juga terdapat di dalam tanah yang biasa kita sebut dengan air tanah. Kebanyakan air tanah tersebut berada beberapa ratus meter dari permukaan tanah. Air tanah tersebut masuk ke dalam tanah secara perlahan dari tanah menuju ke batuan dasar. Hal ini disebut dengan perkolasi. Di dalam tanah, air tanah tersimpan pada sebuah lapisan yang disebut dengan akuifer.

Sumber: usgs.gov

Apa itu Akuifer?

Akuifer adalah sebuah lapisan susunan batuan atau sedimen yang menampung air tanah. Lapisan ini bisa tersusun dari batuan berpori, retakan pada susunan batuan, atau material yang tidak terkonsolidasi seperti pasir dan kerikil. Batuan seperti batupasir dan batu kapur memiliki pori-pori dalam strukturnya yang dapat terisi oleh air dan menyimpan cadangan air tanah.

Kandungan air yang tersimpan pada akuifer mengalir dengan sangat lambat dan berperan sebagai regulator alami bagi siklus hidrologi. Akuifer menampung sebagian air hujan untuk mencegah terbentuknya aliran air yang besar di permukaan dan akuifer juga menjaga aliran air pada saat periode kekeringan panjang.

diagram akuifer
Sumber: nationalgeographic.org

Akuifer dan Akuitard

Bila akuifer adalah lapisan bawah tanah dari yang menampung kandungan air, sebaliknya akuitard adalah lapisan tanah, lumpur atau batuan padat yang menghambat aliran air di bawah tanah. Aquitard bertindak sebagai penghalang untuk aliran air tanah.

Akuitard yang sepenuhnya tidak dapat ditembus oleh air disebut juga akuiklud atau akuifuge. Akuiklud menjadi pembatas antara akuifer di bagian atas dan akuifer bagian bawah.

Jenis-jenis Akuifer

Berbagai jenis sedimen dan batuan dapat membentuk akuifer. Kerikil, batu pasir, batuan konglomerat, batu kapur, dan batuan-batuan berpori lainnya dapat menyimpan air dan menjadi akuifer. Terkadang, akuifer dikategorikan berdasarkan jenis batuan dan sedimen yang membentuknya.

Namun, secara umum akuifer dibagi menjadi dua jenis yaitu unconfined aquifer (akuifer bebas) dan confined aquifer (akuifer tertekan).

Unconfined Aquifer

Unconfined aquifer atau yang juga disebut phreatic aquifer adalah akuifer yang batasan pada bagian atasnya adalah muka air tanah (water table). Akuifer ini disebut dengan akuifer bebas karena hanya memiliki lapisan yang tidak dapat ditembus air (akuiklud) pada bagian bawah saja dan tidak pada atasnya.

Confined Aquifer

Confined aquifer memiliki lapisan yang tidak dapat ditembus air pada bagian atas dan bawahnya sehingga pergerakan air yang masuk ke dalam lapisan ini dari permukaan tanah lebih sedikit dibandingkan pada unconfined aquifer. Biasanya, kandungan air pada confined aquifer terisi pada groundwater recharging zone yang terdapat pada daerah lipatan.

Air pada confined aquifer biasa kita sebut dengan air tanah dalam. Air tanah dalam biasa dimanfaatkan oleh perusahaan air minum untuk membuat air dalam kemasan. Selain itu, air tanah dalam juga banyak digunakan untuk irigasi lahan pertanian.


Referensi

Cambridge International AS and A Level Geography, 2nd Edition โ€” Garrett Nagle, Hodder Education
https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/aquifers/
http://www.connectedwaters.unsw.edu.au/schools-resources/fact-sheets/understanding-aquitards-and-aquicludes
https://en.wikipedia.org/wiki/Aquifer

Newsletter
๐Ÿ“ฌ Ikuti Newsletter kami dan dapatkan Artikel terbaru lebih awal
artikel terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan