Akulturasi: 4 Tipe Akulturasi menurut John W. Berry

July 11th, 2020

Budaya merupakan suatu hal yang bersifat dinamis. Budaya selalu berkembang dan berubah. Dari waktu ke waktu, beberapa budaya muncul dan beberapa lagi punah ditelan zaman. Tiap individu ataupun kelompok pastinya memiliki budaya dan kebiasaannya masing-masing dan saat suatu individu/kelompok bermigrasi ke daerah lain yang asing, budaya dan kebiasaan mereka harus beradaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Proses adaptasi ini disebut dengan akulturasi.

Akulturasi-masjid kudus

Sumber: traveloka.com

Apa itu Akulturasi?

Akulturasi adalah sebuah proses perubahan budaya dan kebiasaan yang dihasilkan dari kontak antara kelompok dan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Proses perubahan ini sudah berlangsung dengan sangat lama dan kecepatannya semakin meningkat sejalan dengan semakin banyak orang dari berbagai budaya bergerak, bertemu, dan berinteraksi.

Pada abad eksplorasi, penjelajah-penjelajah Eropa berkelana ke seluruh dunia dan berinteraksi dengan berbagai budaya di seluruh pelosok dunia. Sebagian penjelajah tersebut, beberapa menetap di dunia yang baru dan beradaptasi dengan cara hidup masyarakat di sana. Sehingga, proses akulturasi mulai terjadi dan perlahan-lahan budaya dan kebiasaan pendatang-pendatang tersebut berubah dan menyesuaikan dengan budaya lokal. Selain itu, budaya masyarakat lokal juga mendapat pengaruh dari budaya pendatang dan perlahan-lahan juga beradaptasi.

akulturasi-geisha

Sumber: Pixabay.com

Tidak hanya pada penjelajah-penjelajah Eropa, akulturasi terjadi di semua tempat di dunia. Contohnya ada pada budaya berbusana masyarakat Jepang. Dulu, seluruh masyarakat Jepang berbusana menggunakan pakaian tradisional mereka, Kimono. Banyaknya pengaruh budaya dari luar menyebabkan saat ini lebih banyak orang Jepang yang berbusana seperti masyarakat Eropa. Meski demikian, budaya tradisional mereka dalam berbusana masih dipertahankan dan terkadang diintegrasikan ke dalam budaya berbusana baru.

Akulturasi juga bisa terjadi pada agama yang dianut masyarakat. Akulturasi pada agama juga disebut sinkretisme. Sikhisme adalah salah satu contohnya. Sikhisme memiliki unsur-unsur dari agama Islam dan Hindu dan menjadikannya menjadi sebuah sistem kepercayaan yang baru.

Dimensi-dimensi dalam Akulturasi

John W. Berry membuat sebuah model akulturasi yang dapat dengan mudah menggambarkan bagaimana suatu individu atau kelompok beradaptasi dengan budaya baru. Model ini disebut dengan the Fourfold Model. Model ini mengategorikan tipe-tipe akulturasi melalui 2 dimensi, yaitu

  1. Seberapa besar keinginan individu/kelompok tersebut dalam mempertahankan budaya asal mereka. (Bagaimana sikap seseorang terhadap identitas dan warisan budayanya?)
  2. Seberapa besar keinginan individu/kelompok tersebut untuk belajar dan mengadopsi budaya baru. (Bagaimana sikap seseorang terhadap mempelajari dan berinteraksi dengan budaya baru?)

Kedua dimensi ini disusun menjadi sebuah tabel yang menjelaskan 4 cara bagaimana seseorang/suatu kelompok menyesuaikan diri dengan budaya baru. Keempat tipe akulturasi tersebut adalah Asimilasi, Separasi, Marginalisasi, dan Integrasi.

Akulturasi-model

akulturasi-tabel akulturasi berry

Sumber: ResearchGate.com dan Wikimedia Commons

Asimilasi

Asimilasi terjadi ketika suatu individu/kelompok mengadopsi norma-norma budaya dari budaya tempat mereka pindah di atas budaya asli mereka. Hal ini bisa terjadi karena kemauan sendiri atau terkadang dipaksakan oleh pemerintah. Hasil  dari asimilasi adalah pada akhirnya, budaya dan identitas individu atau kelompok itu tidak dapat dibedakan  dari budaya yang telah mereka asimilasi. Jenis akulturasi ini kemungkinan terjadi dalam masyarakat yang dianggap menjadi ”melting pot.

Separasi

Separasi terjadi ketika suatu individu/kelompok menolak budaya yang dominan pada tempat mereka bermigrasi demi mempertahankan budaya asalnya. Hasilnya, budaya asli dipertahankan sementara budaya baru ditolak. Jenis akulturasi ini kemungkinan terjadi di dalam masyarakat yang dipisahkan secara budaya dan ras.

Marginalisasi

Marginalisasi terjadi ketika individu/kelompok menolak budaya asal mereka dan juga menolak budaya tuan rumah mereka. Hasilnya adalah individu atau kelompok tersebut menjadi terpinggirkan, disingkirkan, diabaikan, dan dilupakan oleh seluruh masyarakat. Hal ini dapat terjadi di dalam masyarakat di mana pengecualian budaya dipraktikkan, sehingga menyulitkan atau tidak menarik bagi orang yang berbeda secara budaya untuk berintegrasi.

Integrasi

Integrasi atau bikulturalisme terjadi ketika individu/kelompok mampu mengadopsi norma-norma budaya dari budaya dominan pada tempat mereka bermigrasi sambil mempertahankan budaya asal mereka. Akulturasi tipe ini terjadi pada masyarakat dengan karakteristik masyarakat multikultural.


Referensi

Human Geography: Landscape of Human Activities, 13th Edition —  Jerome Fellmann, McGraw Hill
https://www.thoughtco.com/acculturation-definition-3026039
https://www.drhttruong.com/acculturation-4-ways-to-adjust-to-a-new-culture/

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.