Biosfer

Sumber Polusi: Point dan Nonpoint

July 31st, 2020

Hampir seluruh aktivitas yang umat manusia lakukan mulai dari menghasilkan bahan makanan, kegiatan-kegiatan industri, hingga manusia bepergian setiap harinya berpotensi menghasilkan polusi yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Polusi ada dalam berbagai bentuk mulai dari polusi udara akibat kegiatan industri hingga limbah pertanian yang dapat menyebabkan eutrofikasi di perairan. Sumber polutan juga beragam, mulai dari pabrik hingga saluran pipa pembuangan. Menurut sumbernya, polusi dibagi menjadi polusi point dan nonpoint.

Polusi Point Source

Point dan Non-point-point pollution

Sumber: Pexels.com

Polusi point source adalah polusi yang sumbernya berasal dari 1 titik pembuangan, seperti pabrik, selokan, dan cerobong asap. Polusi point mudah diidentifikasi karena seperti pada sebutannya, sumber pencemaran berasal dari satu tempat.

Pabrik dan instalasi pembangkit listrik dapat menjadi sumber polusi point source dalam skala besar yang memengaruhi atmosfer dan perairan di sekitarnya. Cerobong asap pada pembangkit listrik dan pabrik-pabrik sering kali mengeluarkan karbon monoksida, logam berat, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, atau partikel-partikel aerosol ke udara. Selain itu, kilang minyak, pabrik kertas, dan pabrik otomotif banyak menggunakan air sebagai bagian dari proses produksinya yang pada akhirnya sering kali membuang air limbah yang mengandung polutan kimia berbahaya ke sungai, danau, ataupun laut di sekitarnya.

Instalasi pengolahan air limbah kota juga merupakan sumber polusi point source lainnya yang umum ditemukan. Air limbah dari pabrik pengolahan dapat membuang nutrisi dan mikroba berbahaya ke saluran air. Nutrisi yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang merajalela di air dan menyebabkan eutrofikasi.

Polusi Nonpoint

Polusi nonpoint source merupakan kebalikan dari polusi point source. Bila polusi point source berasal dari satu titik, jenis polusi ini sumbernya berasal dari area yang luas. Sehingga, polusi nonpoint lebih sulit untuk diidentifikasi dan juga lebih sulit untuk diatasi.

Limpasan ( run off ) dari daerah perkotaan dan pinggiran kota merupakan sumber utama polusi sumber nonpoint. Sampah-sampah domestik yang dibuang dapat menjadi komponen dari limpasan sumber polusi nonpoint. Polusi nonpoint terjadi ketika air bergerak melintasi tanah dan membawa polutan alami maupun buatan manusia, yang kemudian dapat terkumpul di danau, sungai, lahan basah, perairan pantai, dan bahkan air tanah. Air yang membawa polusi nonpoint dapat berasal dari proses alami seperti hujan dan salju yang mencair, atau dari aktivitas manusia seperti irigasi lahan pertanian.

Point dan Non-point-nonpoint

Sumber: neiwpcc.org

Sebagai contoh, bayangkan kondisi jalanan kota saat terjadi badai. Saat air hujan mengalir di atas aspal jalanan, air hujan membasahi tetesan minyak yang bocor dari mesin mobil, partikel karet ban, kotoran, dan sampah yang berserakan. Limpasan lalu masuk ke saluran pembuangan dan berakhir di sungai terdekat.

Air limpasan merupkan penyebab utama dari pencemaran nonpoint. Hal ini menjadi masalah besar di perkotaan akibat banyaknya wilayah terbangun seperti jalanan dan rumah-rumah. Jumlah polutan yang terbawa dari satu blok kota mungkin sedikit, namun bila diakumulasikan jumlahnya dari sebuah kota, jumlahnya menjadi sangat besar.

Di daerah pedesaan, limpasan air hujan dapat membawa pestisida dan pupuk dari lahan-lahan pertanian dan kemungkinan besar akan berakhir di sungai-sungai dan danau.

Polutan di udara merupakan kontributor utama dari hujan asam. Hujan asam terbentuk di atmosfer ketika sulfur dioksida dan nitrogen oksida bergabung dengan air. Karena hujan asam dihasilkan dari akumulasi polutan-polutan dari banyak pabrik dan pembangkit listrik, polutan pembentuk hujan asam dianggap sebagai polusi nonpoint.

Kasus-kasus Pencemaran Point dan Nonpoint

Beberapa kasus pencemaran/polusi memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia dan organisme-organisme lain yang ekosistem tempat hidupnya menjadi rusak akibat polusi. Keduanya, polusi point dan nonpoint sama-sama memiliki dampak yang sangat buruk bagi lingkungan. Berikut beberapa bencana pencemaran terbesar menurut sumbernya (point dan nonpoint).

Kasus-kasus Polusi Point

Point dan Nonpoint-deepwater horizon

Sumber: Wikimedia Commons

Terdapat beberapa contoh kasus polusi point yang memiliki dampak signifikan bagi lingkungan sekitar. Beberapa kasus ini ditelusuri oleh Office of Respose and Restoration, NOAA.

  1. Tumpahan Minyak Deepwater Horizon
    Tragedi yang terjadi di anjungan lepas pantai di Teluk Meksiko ini menjadi bencana tumpahan minyak terbesar di dunia hingga saat ini. Tragedi yang terjadi pada 20 April 2010 tersebut diprediksi menumpahkan lebih dari 4.9 juta barel minyak bumi ke lautan.
  2. Kebocoran Air Asam Mosaic, Florida
    Pada 5 September 2004, air asam keluar dari sistem penyimpanan milik Mosaic Fertilizer, LLC selama Badai Frances di Florida. Tumpahan tersebut mencemari hampir 10 hektar padang lamun dan lebih dari 135 hektar habitat lahan basah, termasuk hampir 80 hektar hutan bakau.

Kasus-kasus Polusi Nonpoint

Point dan Non-point-tijuana

Sumber: kpbs.org

Berbeda dengan kasus-kasus polusi point source, kasus-kasus polusi nonpoint source berbentuk akumulasi wilayah terdampak daripada satu sumber pencemaran besar.

  1. Sungai Tijuana, California
    Sejumlah besar sampah dan puing-puing yang berukuran besar mengalir ke arah hilir sungai dan mengancam sumber daya ekologi, budaya, rekreasi, dan ekonomi yang berharga di Lembah Sungai Tijuana.
  2. Sungai Xichong, China
    Sungai Xichong menjadi sungai terpenting bagi para penduduk di sekitarnya. Tidak hanya merupakan sumber air regional penting untuk wilayah di sepanjang sungai, sungai Xichong juga memainkan peran penting dalam perlindungan lingkungan lokal dan pengembangan ekonomi regional. Namun, sungai tersebut dalam kondisi sudah sangat tercemar karena kandungan nitrogen dan fosfor yang tinggi pada air sungainya. Diperkirakan hal ini disebabkan oleh kegiatan pertanian dan peternakan yang banyak membuang kelebihan pupuk dan kotoran hewan ke sungai tersebut.

Referensi:
Point Source vs. Nonpoint Source Pollution. https://www.watereducation.org/aquapedia-background/point-source-vs-nonpoint-source-pollution
Point Source and Nonpoint Sources of Pollution. https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/point-source-and-nonpoint-sources-pollution/
Point vs. Non-Point Water Pollution: What’s the Difference?. https://response.restoration.noaa.gov/point-vs-non-point-water-pollution-what-s-difference
Liu, Xing., et al. Research on Nonpoint Source Pollution Assessment Method in Data Sparse Regions: A Case Study of Xichong River Basin, China. https://www.hindawi.com/journals/amete/2015/519671/

Foto: Unsplash

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.