4 Sektor Industri: Primer, Sekunder, Tersier, dan Kuartener

July 8th, 2020

sektor industri-sektor industri dominan

Sektor Industri domian pada berbagai negara dunia

Dalam sebuah negara, pastinya setiap penduduk dalam negara tersebut memiliki profesinya msing masing yang bervariasi antara satu orang dan yang lainnya. Namun, banyaknya variasi tersebut dapat dikategorikan ke dalam 4 sektor industri utama. Sektor-sektor industri pada sebuah negara tersebut adalah

  • Sektor Primer: Berinteraksi secara langsung dengan sumber daya alam
  • Sektor Sekunder: Pertambahan nilai
  • Sektor Tersier: Jasa
  • Sektor Kuartener: Jasa berbasis informasi dan teknologi

Pembagian sektor-sektor ini didasari oleh seberapa jauh proses tersebut dari wujud asalnya di alam. Pertama, industri primer mengekstraksi bahan baku yang tersedia di alam. Setelah itu, proses-proses selanjutnya mengolah bahan baku hingga wujudnya berubah dari wujud asalnya dan bertambah nilai jualnya.

Sektor Industri Primer

sektor industri-ladang jagung

Sumber: Pexels.com

Sektor industri primer mengekstraksi material mentah dari daratan maupun lautan. Setiap rantai produksi dimulai dari ekstraksi oleh industri primer. Hasil dari industri primer berupa produk primer.  Aktivitas-aktivitas ekonomi primer dapat berupa perikanan, kehutanan, agrikultur, pertambangan, dan perkebunan.

Produk primer dapat menjadi bahan baku yang siap untuk di olah industri sekunder atau dapat langsung diterima dan dikonsumsi oleh konsumen. Misalnya, ikan segar dapat langsung dijual di pasaran serta dapat diolah untuk menghasilkan produk olahan ikan.

Sektor Industri Sekunder

sektor industri-industri logam

Sumber: Pexels.com

Sektor industri sekunder mencakup sektor-sektor ekonomi yang menghasilkan produk jadi dan siap untuk digunakan. Pada umumnya,  sektor industri sekunder mengolah bahan baku yang diperoleh dari alam oleh industri primer untuk meningkatkan nilai jualnya.  Industri sekunder mencakup manufaktur, pengolahan, konstruksi, dan produksi energi.

Hasil dari industri sekunder dapat berupa consumer goods (dapat langsung dijual ke masyarakat) atau capital goods (diproduksi untuk diolah lagi di industri lainnya).

Sektor industri sekunder sering kali dibagi menjadi industri ringan dan industri berat.

Industri Ringan

Industri ringan biasanya memerlukan lebih sedikit modal dibandingkan industri berat dan biasanya lebih berorientasi pada konsumen. Sebagian besar hasil industri ringan dapat langsung digunakan oleh konsumen dan tidak menjadi produk setengah jadi untuk industri lain. Contoh dari industri ringan adalah industri makanan, industri obat-obatan, dan industri pakaian.

Industri Berat

Industri berat adalah industri yang melibatkan mesin-mesin dan fasilitas skala besar seperti alat berat, mesin-mesin besar, dan infrastruktur berskala besar. Karena banyak menggunakan infrastruktur yang masif, biasanya industri berat lebih padat modal daripada industri ringan.

Industri berat menghasilkan produk-produk seperti baja, bahan bakar nuklir, produk kimia, atau minyak bumi serta barang tahan lama seperti kendaraan bermotor, lemari es, dan peralatan militer.

Sektor Industri Tersier

Berbeda dengan sektor primer dan sekunder, industri tersier menghasilkan jasa dan bukan barang. Sektor tersier juga biasa disebut industri jasa.

Aktivitas ekonomi pada sektor ini mencakup perdagangan eceran dan grosir, logistik, restoran, layanan administrasi, media, pariwisata, asuransi, perbankan, perawatan kesehatan, dan juga hukum. Pada kebanyakan negara maju, sebagian besar tenaga kerja pada negara-negara maju bekerja pada industri tersier

Sektor Industri Kuartener

sektor industri-industri kuartener

Sumber: unsplash.com

Sektor industri yang terakhir adalah sektor kuartener. Baru pada sekitar tahun 1960an sektor kuartener dianggap menjadi sektor ekonomi yang berbeda dengan sektor tersier. Sektor industri kuartener adalah industri yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan informasi dan keahlian. Bisa dibilang sektor kuartener adalah sektor ilmu pengetahuan.

Sektor kuaterner murni didasarkan pada pengetahuan dan skill seseorang. Sektor kuartener terdiri dari industri intelektual yang menyediakan layanan informasi, seperti komputasi, konsultan dan Research and Development.

Pada negara-negara maju, saat ini pekerjaan dalam sektor kuartener sudah mulai berkembang dan semakin banyak orang berprofesi dalam industri kuartener.

Rantai Produksi: Sektor Ekonomi pada Industri Permen

sektor industri-industri permen

Sumber: unsplash.com

Rantai produksi adalah tahapan-tahapan proses yang perlu dilakukan untuk mengubah bahan baku mentah menjadi produk jadi yang siap untuk dipasarkan dan diterima oleh konsumen. Rantai produksi dapat digunakan untuk menjelaskan tentang 4 sektor pekerjaan. Salah satu contohnya adalah pada industri permen.

Dalam industri permen, mulai dari masih berupa bahan baku mentah hingga menjadi permen yang siap dipasarkan pastinya melalui banyak yang dikerjakan oleh banyak orang. Sebagian pekerja ada yang bekerja pada sektor primer, sekunder, tersier, maupun kuartener.

sektor industri-ladang tebu

Sumber: Pixabay.com

Tahapan pertama dalam industri permen adalah pemanenan tebu dari perkebunan. Pekerja-pada proses ini termasuk ke dalam pekerja sektor primer karena bekerja dengan menghasilkan bahan baku dari alam. Selanjutnya, batang- batang tebu yang sudah di panen dikirim untuk selanjutnya diolah di pabrik permen.

Pada pabrik permen, sari-sari gula diekstrak dari batang tebu untuk selanjutnya diolah kembali dan menjadi bahan baku produksi permen. Pekerjaan mengekstraksi tebu menjadi gula termasuk ke dalam sektor sekunder karena mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi.

Lalu, gula yang sudah diproduksi sebelumnya diolah kembali dan ditambahkan bahan-bahan baku lain untuk memproduksi permen. Proses produksi ini juga termasuk ke dalam sektor sekunder karena mengubah barang setengah jadi menjadi produk siap konsumsi.

sektor industri-supermarket

Sumber: Pixabay.com

Permen hasil produksi pada pabrik-pabrik didistribusikan ke berbagai toko di seluruh dunia dan dijual di berbagai toko secara grosir maupun eceran. Tahapan distribusi dan penjualan ini termasuk ke dalam sektor tersier.

Selagi permen selalu diproduksi dan dipasarkan ke berbagai tempat, pekerja dan konsultan pada kantor pusat selalu bekerja untuk mencari cara agar permen semakin laku di pasaran. Pekerja dan konsultan juga berusaha mencari cara lain untuk menjual permen dan terus berinovasi agar produk tersebut selalu laku di pasaran. Aktivitas ini termasuk dalam sektor ekonomi kuartener.

Dari rantai produksi permen tersebut dapat disimpulkan bahwa berbagai sektor industri terlibat dalam memanen, mengolah, mendistribusikan, dan berinovasi mulai dari bahan baku mentah hingga produk akhir sampai di tangan konsumen.


Referensi

Cambridge International AS and A Level Geography, 2nd Edition — Garrett Nagle, Hodder Education
Visualizing Human Geography, 2nd Edition — Alyson Greiner, Wiley
https://www.thoughtco.com/sectors-of-the-economy-1435795

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.