Antroposfer

Faktor Pendorong dan Penarik Wisatawan

May 23rd, 2020

Wisatawan berperan penting dalam perkembangan pariwisata. Bisa dibilang, kemajuan suatu daerah pariwisata bergantung pada wisatawan yang datang ke situs tersebut.

Elemen Pariwisata

Dalam pariwisata, suatu daerah tujuan wisata harus punya 4 komponen utama dalam pariwisata atau biasanya dikenal dengan istilah “4A”. 4 elemen tersebut yaitu: attraction, accessbility, accomodation, dan amenities.

Attraction

faktor wisatawan-borobudur

Atraksi adalah hal yang menjadi daya tarik utama bagi kegiatan pariwisata. Atraksi bisa berupa situs budaya, situs arkeologi, bangunan bersejarah, monumen atau pemandangan seperti flora & fauna, pantai, resor, pegunungan, taman nasional. Atraksi juga bisa berupa acara-acara seperti pameran dagang, pameran, dan acara olahraga.

Atraksi merupakan syarat utama dari pariwisata. Atraksi menarik wisatawan untuk menikmati dan terlibat dalam kegiatan pariwisata.

Jenis-jenis atraksi:

  1. Wisata Alam: Objek wisata yang dibuat oleh alam. Misalnya lanskap, gunung, sumber daya air, flora & fauna, kehidupan liar, pantai, dan gua.
  2. Wisata Buatan: Objek wisata dikembangkan oleh manusia. Misalnya bangunan bersejarah, monumen, musik, festival, kuil, gereja, taman rekreasi, museum, diskotik, dan kasino.

Accessbility

Akses merupakan faktor penting untuk pengembangan pariwisata. Atraksi mungkin ada di mana pun tetapi tanpa akses baik wisatawan tidak dapat menjangkau ke lokasi wisata tersebut.

Accomodation

faktor wisatawan-beach

Akomodasi adalah salah satu kebutuhan dasar untuk setiap kegiatan pariwisata. Wisatawan perlu penginapan untuk beristirahat saat mereka jauh dari rumah. Akomodasi bisa berupa pondok murah hingga hotel mewah kelas dunia.

Jenis-jenis akomodasi:

  1. Hotel adalah perusahaan yang menyediakan penginapan dalam jangka pendek. Hotel bervariasi, mulai dari yang sangat mendasar dan berbiaya murah hingga hotel yang sangat mewah.
  2. Hostel umumnya berbiaya rendah jika dibandingkan dengan akomodasi lain. Hostel biasanya sering diminati para Backpacker.
  3. Capsule Hotel adalah bentuk akomodasi yang biasanya sangat murah, namun mempuanyai lokasi yang bagus. Tiap “kamar” biasanya berukuran sangat kecil.
  4. Guest house menyediakan penginapan berupa kamar. Namun, guest house biasanya berukuran lebih kecil dan terdapat lebih banyak interaksi dengan tuan rumah dan tamu lain. Sering kali guest house mengadakan makan bersama dan berbagi ruang bersama.
  5. Motel adalah hotel yang dirancang untuk pengendara dan biasanya memiliki area parkir untuk kendaraan bermotor.
  6.  Hotel eksotis, berbeda dengan bentuk bentuk akomodasi di atas, hotel eksotis biasanya juga menjadi atraksi dari wisata itu sendiri. Hotel eksotis menyediakan akomodasi dengan konsep konsep yang unik.
    • Hotel dalam Gua : Cappadocia Cave Suites di Goreme, Turki
    • Hotel di atas pohon: Rafter’s Retreat di Kitulgala, Sri Lanka
    • Hotel Es: Jukkasjärvi di Swedia
    • Hotel pulau: Sveti Stefan di Budva, Montenegro
    • Kamar bawah laut: Conrad Maldives di Rangali Island, Maladewa

Amenities

Amenitas adalah fitur atau fasilitas tambahan yang diperlukan atau berguna dari sebuah bangunan atau tempat. Amenitas melengkapi daya tarik. Contoh amenitas:

  1. Televisi
  2. Akses Internet
  3. Vending Machine
  4. Gym
  5. Kolam renang
  6. Tempat parkir
  7. Dapur

Alasan Mengapa Orang Bepergian

Leisure Travel

Leisure travel adalah perjalanan yang ditujukan untuk kesenangan dan kenikmatan. Wisatawan mengunjungi suatu destinasi untuk melihat atraksi, ikut serta dalam kegiatan dan untuk beristirahat dari rutinitas sehari-hari mereka.

Perjalanan Bisnis

Perjalanan bisnis adalah bagian penting dari industri perjalanan dan pariwisata global dan sering disebut sebagai MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions). Seorang business traveller biasanya bepergian untuk bertemu dengan rekan bisnis mereka, menjadi delegasi di sebuah konferensi, atau menjadi peserta di sebuah pameran.

Mengunjungi teman atau kerabat

Terdapat kecenderungan baik di Negara-Negara Lebih Ekonomi Berkembang  (MEDCs) maupun Negara-Negara Ekonomi Kurang Berkembang (LEDCs) untuk perjalanan internasional dengan tujuan mengunjungi teman dan kerabat. Dalam banyak kasus, migrasi telah menghasilkan sejumlah besar orang yang bekerja di luar negeri sementara keluarga mereka tetap di rumah. Ini berarti bahwa akan ada aliran reguler pekerja asing yang bepergian untuk kunjungan rumah sepanjang tahun, terutama pada hari libur dan festival. Wisatawan biasanya menghabiskan uang untuk transportasi dan kegiatan, tetapi tidak untuk akomodasi.

Selain leisure travel dan perjalanan bisnis, banyak juga orang yang bepergian dengan tujuan mengunjungi teman dan kerabat. Di berbagai belahan dunia, migrasi menghasilkan sejumlah besar orang yang bekerja di luar negeri sementara keluarga mereka tetap di rumah. Hal ini menyebabkan adanya aliran reguler pekerja asing yang bepergian untuk kembali rumah sepanjang tahun, terutama pada hari libur dan festival. Wisatawan tipe ini biasanya menghabiskan uang untuk transportasi dan kegiatan, tetapi tidak untuk akomodasi.

Plog’s Model of Tourists Behavior

faktor wisatawan-plog-s moel of tourist behavior

Allocentric

Turis tipe ini adalah turis yang mencari pengalaman dan petualangan baru dalam berbagai kegiatan. Mereka lebih suka  menjelajahi daerah baru dan tidak biasa sebelum orang lain melakukannya. Allocentrics senang bertemu orang-orang dari budaya asing atau berbeda. Mereka suka hotel dan makanan yang berkualitas, tetapi tidak harus hotel modern atau hotel populer. Mereka lebih suka memiliki kebebasan untuk menjelajahi suatu daerah, membuat pengaturan sendiri dan menyusun berbagai kegiatan dan tempat wisata.

faktor wisatawan-allocentric

Psychocentric

Turis yang termasuk dalam kategori ini biasanya tidak suka bertualang. Mereka lebih memilih untuk kembali ke tujuan wisata yang sudah dikenal di mana mereka dapat bersantai dan sudah mengetahui jenis makanan dan aktivitas apa yang akan mereka dapatkan. Wisatawan semacam ini lebih suka pergi ke tujuan wisata populer, menginap di akomodasi yang sudah terkenal, dan makan di restoran tipe keluarga.

faktor wisatawan-psychocentric

Referensi

Cambridge International AS and A Level Tourism
Geography: an Integrated Approach — David Waugh, Nelson Thornes
Cambridge International AS and A Level Geography, 2nd Edition — Garrett Nagle, Hodder Education
Visualizing Human Geography, 2nd Edition — Alyson Greiner, Wiley
IB Geography Study Guide
https://www.pariwisata.id/pesona-pariwisata-indonesia/ 
https://en.wikipedia.org/wiki/Tourism
http://www.coolgeography.co.uk/

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.