Litosfer

Skala Mohs

April 28th, 2021

Skala Mohs adalah skala yang paling umum digunakan untuk mengukur kekerasan suatu mineral. Kekerasan merupakan salah satu karakteristik utama dari sebuah mineral. Kekerasan adalah ukuran daya tahan relatif suatu mineral terhadap goresan. Karakteristik ini mengukur apakah suatu mineral akan tergores atau dapat menggores mineral lain.

Pada tahun 1812, ahli mineralogi Jerman, Friedrich Mohs, membuat daftar 10 mineral umum dengan berbagai tingkat kekerasan. Mineral standar ini diurutkan berdasarkan ukuran kekerasannya, mulai dari 1 (paling lunak) hingga 10 (paling keras). Pada skala ini talc merupakan mineral yang terlunak, sedangkan intan merupakan mineral yang terkeras.

Mineral dapat menggores mineral apapun yang derajat kekerasannya lebih rendah, serta dapat digores oleh mineral apapun yang derajat kekerasannya lebih tinggi. Sebagai contoh, mineral quartz dapat menggores mineral apatite serta dapat tergores oleh topaz. Apabila suatu bahan dapat digores oleh material pembanding dengan skala 5 dan pada material pembanding juga ditemukan goresan, maka benda tersebut memiliki kekerasan 5 menurut skala Mohs. Namun, apabila bahan tersebut dapat digores oleh material dengan skala 5 tetapi tidak dapat digores dengan skala 4, maka benda tersebut memiliki kekerasan antara 4 hingga 5 skala Mohs.

skala mohs-vickers, opentextbc Sumber: opentextbc

Referensi:

  1. Mohs hardness. https://www.britannica.com/science/Mohs-hardness
  2. The Mohs Hardness Scale and Chart for Select Gems. https://www.gemsociety.org/article/select-gems-ordered-mohs-hardness/

Foto: Pexels

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.