Struktur Batuan: Lipatan

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Lempeng tektonik bumi secara perlahan terus menerus bergerak akibat tenaga endogen dari bumi. Pergerakan lempeng tektonik ini menyebabkan pada satu sisi lempeng, batuan baru terbentuk dan pada sisi lainnya, batuan melebur setiap saatnya. Tenaga endogen ini juga berperan dalam pembentukan barisan pegunungan di bumi. Salah satu prosesnya melibatkan deformasi batuan yang menghasilkan formasi lipatan.

Apa itu Lipatan?

Dalam geologi, Lipatan merupakan struktur geologi seperti gelombang yang terbentuk ketika batuan berubah bentuk dengan menekuk alih-alih patah di bawah tekanan kompresi akibat pertemuan lempeng. Lipatan merupakan salah satu struktur geologis yang terbentuk karena deformasi batuan. Istilah lipatan digunakan pada struktur geologi yang tersusun dari lapisan-lapisan permukaan yang semula datar, seperti lapisan batuan sedimen, menjadi bengkok atau melengkung sebagai akibat dari deformasi secara permanen. Strata batuan mengalami kompresi dan diperpendek secara horizontal, menghasilkan terbentuknya pola formasi batuan seperti gelombang yang terdiri dari puncak dan lembah.

Secara alami, lipatan dapat terbentuk dalam berbagai ukuran dan konfigurasi. Beberapa mungkin berupa barisan pegunungan lipatan dengan strata setebal ratusan meter. Beberapa lainnya mungkin hanya berupa pola lipatan mikroskopis yang dapat ditemukan pada struktur batuan metamorf. Sekalipun terdapat perbedaan yang signifikan dalam konfigurasinya, setiap struktur lipatan dihasilkan dari tekanan kompresi yang mengakibatkan pemendekan dan penebalan pada kerak bumi.

Formasi lipatan
Sumber: Pixabay

Proses Pembentukan Lipatan

Lipatan terbetuk oleh gaya tekanan tektonik yang ada di zona-zona dekat pertemuan lempeng di kerak bumi. Pertemuan lempeng secara konvergen memberi tekanan horizontal pada formasi batuan yang ada di sekitarnya. Tekanan horizontal ini memaksa formasi batuan sedimen yang bersifat ductile untuk memendek secara horizontal dan memaksa batuan untuk menekuk, menghasilkan pola seperti gelombang yang kita sebut dengan struktur lipatan.

Terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan untuk terbentuknya lipatan. Terbentuknya lipatan merupakan hasil dari deformasi struktur batuan yang terjadi secara perlahan dalam kurun waktu yang sangat panjang. Prosesnya terjadi jauh di bawah tanah di mana struktur batuan berada di bawah tekanan dan suhu tinggi. Selain tekanan dan temperatur, lipatan hanya terbentuk pada strukur batuan yang bersifat ductile. Pada struktur batuan brittle, gaya tekanan horizontal kerak bumi akan menghasilkan struktur sesar dan kekar.

Struktur dan Tipe-tipe Lipatan

Struktur lipatan dapat dibagi menjadi 3 kelas, Sinklin, Antiklin, dan Monoklin. Secara geometris, bagian-bagian dari struktur lipatan dapat dibagi menjadi:

  1. Limb, bidang lapisan yang membentuk struktur lipatan. Limb juga dapat berarti bidang yang dibatasi oleh dua hinge line.
  2. Hinge line, lipatan merupakan struktur yang terdiri dari strata-strata yang awalnya horizontal yang telah tertekuk akibat deformasi batuan secara permanen. Setiap lapisan batuan menekuk di sekitar sumbu imajiner yang disebut dengan hinge line.
  3. Axial plane, bidang yang menghubungkan setiap hinge line pada tiap lapisan batuan. Pada lipatan simetris sederhana, axial plane atau bidang axial merupakan sebuah bidang vertikal yang membagi suatu struktur lipatan menjadi 2 bagian yang simetris.
  4. Crest, garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi dari sebuah lapisan pada bidang lipatan.
  5. Through, kebalikan dari crest, garis yang menghubungkan titik-titik terendah dari sebuah lapisan pada bidang lipatan.
bagian bagian lipatan
Sumber: Essentials of Geology, Pearson

Sinklin dan Antiklin

Sinklin dan antiklin merupakan dua tipe lipatan yang paling umum ditemukan. Antiklin dan sinklin sering ditemukan membentuk rangkaian yang saling terhubung. Istilah sinklin digunakan pada struktur lipatan dengan dua limb (sayap) dimana kedua limbnya terbuka ke atas atau memiliki permukaan yang cekung. Sedangkan pada antiklin, kedua limb yang dimilikinya membentuk pola cembung.

Pada bidang perlipatan yang telah mengalami erosi, lapisan batuan termuda pada struktur sinklin berada di tengah/pusat lengkungan. Sedangkan pada antiklin, lapisan yang berada di tengah/pusat lengkungan merupakan lapisan batuan tertua. Struktur antiklin seringkali menjadi lokasi cebakan minyak bumi dan gas alam yang disebut dengan anticlinal trap.

lipatan simetris, asimetris, dan overturned
lipatan recumbent
Sumber: opentextbc.ca

Sinklin dan antinklin disebut simetris jika sudut antara masing-masing limb terhadap axial planenya secara umum sama, dan disebut asimetris jika tidak sama. Jika axial plane cukup miring sehingga permukaan pada salah satu sisinya vertikal, lipatan tersebut dikenal sebagai antiklin atau sinklin overturned.

Struktur lipatan dimana kedua limbnya sejajar atau hampir sejajar satu sama lain disebut lipatan isoclinal. Lipatan isoklinal yang terdeformasi lebih lanjut sehingga kedua limbnya hampir horizontal disebut lipatan recumbent. Lipatan recumbent banyak ditemukan di wilayah pegunungan yang batuannya telah sangat terdeformasi seperti pada pegunungan Alpen.

Monoklin

monoklin
Sumber: Wikimedia Commons

Monoklin, sesuai dengan namanya, hanya memiliki satu limb. Monoklin hanya memiliki satu bidang miring sedangkan bidang lainnya merupakan bidang horizontal. Struktur ini terbentuk akibat adanya patahan yang berada di batuan dasar bidang perlipatan.

Basin dan Dome

Basin dan dome merupakan bentukan lain dari struktur perlipatan. Basin merupakan formasi cekungan dari bidang perlapisan batuan. Bentukan basin serupa dengan sinklin. Namun, berbeda dengan sinklin yang memiliki sebuah sumbu kelengkungan, basin memiliki satu titik kelengkungan. Setiap strata menekuk ke arah titik pusat sehingga lapisan batuan termuda berada di tengah.

Dome bisa dianggap sebagai kebalikan dari basin. Bidang perlapisan batuan menekuk ke arah atas pada satu titik pusat. Pada bidang yang telah tererosi, lapisan batuan yang berada di pusat merupakan batuan tertua dan umur lapisan batuannya semakin muda seiring menjauhi pusat bentukan dome.

diagram basin dan dome
Sumber: Essentials of Geology, Pearson

Referensi:
Lutgens, Frederick K., et al. Essentials of Geology. Pearson, 2017.
Folding. https://opentextbc.ca/geology/chapter/12-2-folding/
Reading: Folds. https://courses.lumenlearning.com/geo/chapter/reading-folds/
Fold Mountain. https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/fold-mountain
Geological Maps 2: Folded Strata. https://www.southalabama.edu/geology/haywick/GY111/folds.pdf

Foto: Unsplash

Newsletter
๐Ÿ“ฌ Ikuti Newsletter kami dan dapatkan Artikel terbaru lebih awal
artikel terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan