Antroposfer

Geografi Perkotaan: Sejarah, Elemen, dan Klasifikasi Kota

May 22nd, 2020

Sebagai pusat kegiatan, kota terus menerus berubah dan berkembang. Kota adalah fitur penting yang menentukan dunia kita dan kekuatan pendorong dalam perputaran ekonomi global. Oleh karena itu, studi tentang kota dan proses perkotaan dibutuhkan agar dinamika yang terjadi di perkotaan bisa terkendali. Geografi perkotaan adalah studi tentang kota dan kehidupan kota dari perspektif geografis. Ilmu geografi perkotaan digunakan untuk merencanakan perkotaan agar sebuah kota bisa berfungsi dengan optimal untuk menunjang masyarakat yang tinggal didalamnya.

Sejarah Perkotaan

Kota pertama terbentuk di lembah sungai Nil dan sungai Eufrat-Tigris. Jones dalam bukunya Towns and Cities menulis bahwa adanya kota menunjukkan the height of man’s achievements. Kota berkaitan erat dengan terbangunnya peradaban (Civilization), yakni mencerminkan kemenangan manusia atas alam, karena manusia tak lagi bergantung sepenuhnya kepada pengolahan tanah.

Dalam sejarahnya, dikenal tiga jenis kota: kota sebagai benteng keamanan dan pertahanan, kota sebagai pemujaan dan kota sebagai pusat penghidupan.

pengantar geografi perkotaan-peradaban awal

Peradaban awal dunia:

  1. Mesopotamia
  2. Indus River Valley
  3. Nile Civilization
  4. Huang He
  5. Mesoamerica

Dengan mempelajari situs-situs bersejarah kota, para ahli telah mengidentifikasi dua keadaan yang dianggap perlu untuk munculnya kota: (1) pengembangan sistem pertanian yang memungkinkan produksi dan penyimpanan surplus makanan; dan (2) sistem organisasi sosial yang didominasi oleh kelas sosial elit dan nonpertanian

Apa Itu Kota?

pengantar geografi perkotaan-tianjin

Sumber: Pixabay

Kota bisa didefinisikan menurut berbagai perspektif, antara lain:

LINGKUPDEFINISI KOTA
FisikSuatu wilayah dengan wilayah terbangun (buit up area) yang lebih padat dibandingkan dengan area sekitarnya
DemografisWilayah dimana terdapat konsentrasi penduduk yang dicerminkan oleh jumlah dan tingkat kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan di wilayah sekitarnya
SosialSuatu wilayah dimana terdapat kelompok-kelompok sosial masyarakat yang heterogen (tradisional – modern, formal informal, maju – terbelakang, dan sebagainya)
GeografisSuatu wilayah dengan wilayah terbangun yang lebih padat dibandingkan dengan area sekitarnya
StatistikSuatu wilayah yang secara statistik besaran atau ukuran jumlah penduduknya sesuai dengan batasan atau ukuran untuk kriteria kota
EkonomiSuatu wilayah dimana terdapat kegiatan usaha yang sangat beragam dengan dominasi di sektor non pertanian, seperti perdagangan, perindustrian, pelayanan jasa, perkantoran, pengangkutan, dll
AdministrasiSuatu wilayah yang dibatasi oleh suatu garis batas  kewenangan administrasi pemerintah yang ditetapkan  berdasarkan peraturan perundang-undangan tertentu

Kota kota terbesar dunia

pengantar geografi perkotaan-perkotaan terbesar

Elemen Perkotaan

Dalam geografi perkotaan, terdapat elemen elemen yang menyusun sebuah kota. Kevin Lynch dalam bukunya “The Image of the City” mengusulkan adanya 5 elemen perkotaan. Elemen perkotaan adalah sifat suatu obyek fisik yang  memberi identitas bagi sebuah kota. Elemen-elemen itu adalah:

  1. Path, rute di mana orang bergerak di seluruh kota
  2. Edge, garis yang membuat batas antara dua area
  3. Node, titik strategis yang berfungsi sebagai perpotongan jalur-jalur atau sebagai tempat berkumpul
  4. District, area dengan karakteristik yang sama
  5. Landmark, elemen fisik dengan fitur visual yang unik spesial dan mudah dikenali dari kejauhan

Klasifikasi Kota

Secara Kuantitatif

Kota dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Secara kuantitatif, Pemerintah RI memiliki penggolongan kota berdasarkan jumlah penduduk, yaitu :

  1. Kota Kecil: 20.000 – 50.000 orang
  2. Kota Sedang: 50.000 – 100.000 orang
  3. Kota Besar: 100.000 – 1.000.000 orang
  4. Metropolis: >1.000.000 orang

Menurut Perkembangannya

Selain secara kuantitatif, kota dapat digolongkan menurut perkembangannya, yaitu:

Eopolis

Tahap perkembangan desa yang sudah teratur, sehingga organisasi masyarakat penghuni daerah tersebut sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri perkotaan. Merupakan peralihan dari desa ke arah perkotaan.

Polis

Tahap dimana suatu kota masih bercirikan agraris atau agricultural oriented.

Metropolis

Sebagian besar kehidupan ekonominya industrial oriented.

Megapolis

Gabungan dari beberapa metropolis. Sangat besar sehingga membentuk jalur perkotaan. Beberapa aspek mulai mengalami penurunan kualitas

Tyranopolis

Dicirikan oleh kriminalitas tinggi, kemacetan, ataupun kekacauan pelayanan

Nekropolis

Perkembangan kota menuju arah kematiannya

Perencanaan Kota

Glasson menetapkan urutan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Identifikasi masalah;
  2. Perumusan tujuan umum dan tujuan yang lebih spesifik dan terukur berkaitan dengan masalah;
  3. Identifikasi kemungkinan kendala;
  4. Proyeksi situasi masa depan;
  5. Menghasilkan dan mengevaluasi tindakan alternatif dan menghasilkan rencana yang disukai, yang dalam bentuk umum dapat mencakup pernyataan atau strategi kebijakan apa pun serta rencana definitif.

Referensi:
Waugh, David. Geography: an Integrated Approach. Oxford University Press, 2014. Nagle, Garrett. Cambridge International AS and A Level Geography. Hodder Education, 2016. Greiner, Alyson L. Visualizing Human Geography. Wiley, 2014. Rubenstein, James M. Contemporary Human Geography. Pearson, 2015. Nagle, Garrett. IB Geography Study Guide. Oxford, 2017.

Foto: Pexels

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.