Ideologi Ekonomi: Kapitalis, Sosialis, dan Welfare State

August 26th, 2020

Setiap negara di dunia ini pastinya memiliki pandangan masing-masing terkait dengan bagaimana seharusnya ekonomi berjalan dan untuk apa tujuan dari berlangsungnya ekonomi. Contohnya, kita dapat melihat dengan jelas perbedaan antara sistem ekonomi di Korea Utara dengan ekonomi pada Amerika Serikat. AS memiliki ekonomi pasar bebas yang berbanding terbalik dengan Korea Utara yang seluruh aspek ekonominya dikendalikan oleh negara. Pandangan politik negara juga berkaitan erat dengan bagaimana sebuah negara memandang ekonomi. Hal ini disebut dengan ideologi ekonomi.

Apa itu Ideologi Ekonomi?

Ideologi ekonomi merupakan perspektif tentang untuk apa dan bagaimana ekonomi harus berjalan. Ideologi menjadi dasar bagi kebijakan-kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh sebuah negara. Hal ini erat kaitannya dengan seberapa besar peran negara terhadap ekonomi negara tersebut. Terdapat banyak sekali ideologi ekonomi yang ada pada dunia ini. Beberapa ideologi ini diantaranya yaitu Kapitalisme, Sosialisme, dan Welfare State atau ekonomi kesejahteraan.

Kapitalisme

ideologi ekonomi-kapitalis

Sumber: americanaffairsjournal.org

Kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi setiap aset sebagian besar atau seluruhnya dimiliki dan dioperasikan secara pribadi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Ideologi ini didasari oleh ekonomi yang dikendalikan oleh pasar dan persaingan secara terbuka. Produksi barang dan jasa didasarkan pada penawaran dan permintaan yang juga dikenal sebagai ekonomi pasar (market economy).

Kapitalisme dalam bentuk paling murninya disebut dengan istilah laissez faire di mana kepentingan individu tidak terbatas. Setiap individu dapat di mana mareka berinvestasi, barang/jasa apa yang diproduksi atau dijual, dan berapa harga setiap komoditas dijual. Negara hanya berfungsi untuk menyediakan pengadilan, militer, dan polisi.

Saat ini, kebanyakan negara mempraktikkan sistem kapitalis campuran yang mencakup beberapa peraturan pemerintah tentang bisnis yang berlangsung serta kepemilikan dalam industri-industri tertentu.

Sosialisme

ideologi ekonomi-sosialis

Sumber: ecaef.org

Sosialisme adalah sebuah ideologi ekonomi yang didasarkan pada kepemilikan bersama atas alat-alat produksi. Hal ini mencakup mesin, peralatan, dan pabrik digunakan untuk memproduksi barang-barang yang dibutuhkan manusia. Kepemilikan bersama atas sumber daya dan perencanaan pusat dianggap dapat menyediakan distribusi yang lebih adil atas barang dan jasa.

Setiap orang bergantung seluruhnya kepada negara dalam hal makanan hingga pendidikan. Berbeda dengan ekonomi kapitalisme yang bergantung kepada hukum penawaran dan permintaan, ideologi ekonomi sosialis bergantung pada kebijakan yang dibuat oleh pemerintah negara. Misalnya, pada ekonomi kapitalisme saat suatu komoditas mengalami kenaikan dalam hal permintaan, para pengusaha akan menaikkan harga jualnya. Sedangkan pada ideologi sosialisme, pemerintah yang berhak menentukan apa yang harus dilakukan dengan kenaikan permintaan tersebut.

Tokoh-tokoh sosialis menganggap sosialisme dapat menciptakan kesetaraan dan keamanan sosial bagi seluruh warganya, sedangkan kapitalisme hanyalah sebuah cara untuk mengeksploitasi para pekerja untuk kepentingan para pengusaha.

Meskipun saat ini hanya Korea Utara dan Kuba yang menerapkan sosialisme sebagai sistem ekonomi mereka, aspek-aspek sosialisme dapat ditemukan pada negara-negara kapitalis seperti yang terdapat pada Amerika Serikat. AS memiliki sistem social security yang lain tidak bukan merupakan sebuah aspek dari ekonomi sosialisme.

Sistem Ekonomi Campuran/Welfare State

Berada di antara kapitalisme dan sosialisme, welfare state merupakan campuran dari kapitalisme dan sosialisme. Negara kesejahteraan atau welfare state adalah suatu sistem ekonomi di mana negara melindungi dan memajukan kesejahteraan ekonomi maupun sosial setiap warga negaranya. Welfare state didasarkan oleh prinsip persamaan kesempatan, pemerataan ekonomi, dan peran pemerintah untuk menjamin kehidupan setiap warga. Namun, berbeda dengan sosialisme, kepemilikan pribadi serta persaingan usaha dapat dilakukan.

Setiap negara di dunia ini menerapkan beberapa elemen yang dianggap sebagai elemen dari welfare state. Jaminan sosial, program asuransi pengangguran, dan insentif bagi  orang-orang yang tidak dapat bekerja adalah beberapa contoh dari elemen welfare state. Sistem ekonomi Pancasila dapat dibilang termasuk ke dalam tipe ideologi ini.


Referensi:
Socialism vs. Capitalism: What Is the Difference? https://www.thoughtco.com/socialism-vs-capitalism-4768969
Capitalism. https://www.investopedia.com/terms/c/capitalism.asp
Socialism. https://www.investopedia.com/terms/s/socialism.asp
Welfare State. https://www.investopedia.com/terms/w/welfare-state.asp

Foto: Unsplash

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.