Ekonomi Keynesian: Peran Pemerintah dalam Ekonomi

December 6th, 2020

Apa itu Teori Ekonomi Keynesian?

Teori ekonomi Keynesian adalah prinsip ekonomi makro yang membahas tentang peran pemerintah dalam ekonomi. Menurut teori ini, pemerintah memiliki peran penting dalam mengelola ekonomi, terutama dalam menjaga dari terjadinya resesi. Teori ini dikembangkan oleh seorang ekonom Inggris, John Maynard Keynes, pada tahun 1930-an. Pada awalnya, teori ini digunakan sebagai usaha dalam memahami the Great Depression yang terjadi saat itu.

Berdasarkan teorinya, Keynes mendorong kebijakan pengeluaran stimulus pemerintah dan peringanan pajak untuk merangsang permintaan dan menarik ekonomi global keluar dari resesi. Ekonomi Keynesian juga digunakan untuk merujuk pada konsep bahwa kinerja ekonomi yang optimal dapat dicapai dan kemerosotan ekonomi dapat dicegah dengan mempengaruhi permintaan agregat melalui kebijakan stabilisasi dan intervensi ekonomi oleh pemerintah.

The Great Depression

ekonomi keynesian-the great depression, wikimedia

Sumber: Wikimedia Commons

The Great Depression adalah resesi ekonomi terbesar dan terlama dalam sejarah dunia modern. Kejatuhan ekonomi ini dimulai pada tahun 1929 dan tidak berakhir sampai 1939 pada sebagian besar negara dunia. Para ekonom dan sejarawan sering kali menyebut The Great Depression sebagai peristiwa ekonomi paling dahsyat di abad ke-20.

Periode kejatuhan ekonomi ini dimulai dengan jatuhnya bursa saham AS pada 29 Oktober 1929 yang menyebabkan kepanikan pada Wall Street. Peristiwa kejatuhan bursa saham ini juga dikenal sebagai Black Tuesday. Selama beberapa tahun berikutnya, the Great Depression menyebabkan penurunan tajam dalam output industri dan lapangan kerja karena banyaknya perusahaan yang gagal dan bangkrut. Antara 1929 dan 1932, produk domestik bruto (PDB) dunia turun sekitar 15%. The Great Depression adalah salah satu hal yang turut mendorong terlahirnya teori ekonomi Keynesian yang pertama kali dikemukakan John Maynard Keynes dalam bukunya, The General Theory of Employment, Interest and Money.

Memahami Teori Ekonomi Keynesian

Ekonomi Keynesian memberikan pandangan baru dalam memahami pengeluaran, output, dan inflasi dalam suatu sistem ekonomi. Ekonomi Keynesian bertentangan dengan teori ekonomi klasik yang mempromosikan kebijakan laissez-faire. Kebijakan laissez-faire percaya bahwa pasar bebas memungkinkan hukum penawaran dan permintaan dengan sendirinya menyeimbangkan siklus bisnis. Teori ekonomi klasik beranggapan bahwa kapitalisme bebas akan menciptakan pasar yang optimal dengan sendirinya. Dalam teori ini, pelaku usaha diasumsikan akan menggunakan praktik bisnis yang paling efisien untuk memaksimalkan keuntungan.

Keynes merangkum teori ekonomi klasik sebagai apabila permintaan agregat pada ekonomi jatuh, melemahnya faktor produksi dan lapangan pekerjaan akan menyebabkan penurunan pada harga dan upah. Lalu, tingkat inflasi dan upah yang lebih rendah akan mendorong pengusaha untuk melakukan investasi modal dan mempekerjakan lebih banyak orang. Sehingga, menstimulasi peningkatan lapangan kerja dan memulihkan pertumbuhan ekonomi. Namun, Keynes berpendapat bahwa besarnya dampak yang terjadi akibat the Great Depression bertentangan dengan teori ekonomi klasik ini.

ekonomi keynesian-keynes

Sumber: Wikimedia Commons

Dalam bukunya, Keynes menentang teori ekonomi klasik dengan berpendapat bahwa pada masa resesi, pesimisme bisnis dan karakteristik tertentu dari ekonomi pasar akan memperburuk kondisi ekonomi dan menyebabkan permintaan agregat turun lebih jauh.

Sebagai contoh, Ilmu ekonomi Keynesian membantah anggapan yang dianut oleh beberapa ekonom bahwa upah yang lebih rendah dapat memulihkan lapangan kerja karena kurva permintaan tenaga kerja miring ke bawah seperti kurva permintaan normal lainnya. Sebagai gantinya, ia beralasan bahwa pengusaha tidak akan menambah karyawan untuk menghasilkan barang yang tidak bisa dijual karena permintaan produknya melemah. Demikian pula, kondisi bisnis yang buruk dapat menyebabkan perusahaan mengurangi investasi modal, alih-alih memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk berinvestasi pada pabrik dan peralatan-peralatan baru. Hal ini akan berdampak pada pengurangan pengeluaran dan lapangan kerja secara keseluruhan.

3 Prinsip Utama Ekonomi Keynesian

Terdapat tiga prinsip utama pada pandangan Keynesian dalam mendeskripsikan bagaimana ekonomi bekerja:

  • Permintaan agregat dipengaruhi oleh banyak kebijakan ekonomi, baik publik maupun swasta. Kebijakan sektor swasta terkadang dapat menghasilkan dampak makroekonomi yang buruk, seperti menurunnya belanja konsumen pada masa resesi. Kegagalan pasar seperti ini sering kali memanggil pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan, seperti mengeluarkan paket stimulus fiskal. Oleh karena itu, Ekonomi Keynesian mendukung teori ekonomi campuran yang utamanya dijalankan oleh sektor swasta tetapi sebagian dikelola oleh pemerintah.
  • Harga, dan khususnya upah, merespon perubahan dalam penawaran dan permintaan dengan lambat. Hal ini menyebabkan surplus dan defisit secara berkala, khususnya pada pasokan tenaga kerja.
  • Perubahan permintaan agregat memiliki efek jangka pendek terbesar pada output dan lapangan kerja riil, bukan pada harga. Keynesian berpendapat bahwa karena harga bersifat rigid pada suatu batas tertentu, fluktuasi dalam komponen pengeluaran mana pun —konsumsi, investasi, atau pengeluaran pemerintah— dapat menyebabkan output berubah.

Referensi:
What is Keynesian Economics? https://www.imf.org/external/pubs/ft/fandd/2014/09/basics.htm
Keynesian economics. https://www.britannica.com/topic/Keynesian-economics
Keynesian Economics Theory. https://www.thebalance.com/keynesian-economics-theory-definition-4159776
Keynesian Economics. https://www.investopedia.com/terms/k/keynesianeconomics.asp
Great Depression History. https://www.history.com/topics/great-depression/great-depression-history

Foto: Pexels

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.