Pasang Merah (Red Tide)

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Apa itu Pasang Merah?

Red tide atau pasang merah adalah fenomena dimana air laut menjadi seolah olah berwarna merah. Fenomena unik ini tergolong sebagai salah satu fenomena Harmfull algal bloom (HAB), yaitu fenomena pertumbuhan berlebih populasi ganggang di perairan. Fenomena pasang merah ini sering kali dipengaruhi oleh proses eutrofikasi, fenomena terjadinya pencemaran kawasan perairan oleh adanya kandungan nutrisi dan bahan organik yang berlebihan. Warna kemerahan pada perairan yang mengalami pasang merah disebabkan oleh adanya konsentrasi tinggi dari beberapa spesies dinoflagellata dan diatom, khususnya Karenia brevis.

Meskipun fenomena ini memberikan suatu pemandangan yang unik di perairan, terjadinya red tide dapat menghasilkan dampak buruk bagi lingkungan setempat. Konsentrasi tinggi alga mikroskopis yang terkandung didalamnya pada banyak kasus menghasilkan toxin yang dapat meracuni manusia dan juga dapat berakibat fatal bagi organisme-organisme di lautan.

Sumber: Vox.com

Teluk Meksiko di sekitar Florida saat ini menjadi salah satu lokasi paling terdampak oleh pasang merah. Secara reguler fenomena red tide terjadi di perairan ini dan mempengaruhi ekosistem lautan dan manusia di sekitarnya. Banyak usaha sudah dilakukan dalam menanggulangi masalah ini, termasuk monitor wilayah terdampak secara ekstensif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan Pasang Merah

Pada beberapa lokasi, pembetukan red tide dapat terjadi secara alami. Penyebab utama pembentukannya saat ini masih belum dapat dipastikan, namun terdapat beberapa faktor yang diketahui berperan penting dalam pembentukan red tide. Faktor-faktor ini mencakup penyinaran matahari yang cukup, massa air yang cenderung diam, dan kandungan nutrisi (nitrat dan fosfat).

Red tide sering kali terbentuk secara alami akibat pengaruh dari terjadinya upwelling, pergerakan massa air bersuhu dingin dan kaya nutrisi dari kedalaman lautan menuju ke permukaan laut. Fenomena upwelling ini membawa air dengan konsentrasi tinggi nutrisi seperti nitrat dan fosfat ke permukaan lautan.

Meskipun dapat terjadi secara alami, pencemaran air yang berasal dari aktivitas-aktivitas manusia, khususnya limbah kegiatan agrikultur, berkontribusi besar dalam memperburuk fenomena ini. Pencemaran nutrisi ke lautan menyebabkan terjadinya algae bloom yang lebih parah dan lebih sering terjadi.

Dampak Pasang Merah

Sumber: Pixabay

Terhadap ekosistem lautan

Kandungan toxin yang dihasilkan oleh beberapa organisme pembentuk red tide mempengaruhi ekosistem lautan secara beragam. Kandungan toxin ini sering kali meracuni ikan-ikan yang berada di daerah yang terdampak, menciptakan dead zone dimana ikan-ikan teracuni atau bahkan mati dan terbawa oleh gelombang lautan hingga ke pesisir pantai. Selain membunuh populasi ikan, kandungan alga beracun juga dapat mencemari populasi kerang-kerangan. Beberapa jenis molluska mungkin tidak rentan terhadap toxin, namun mereka menyimpan kandungan toxin ini pada organ mereka. Meskipun tidak rentan terhadap toxin dari fenomena pasang merah, pencemaran ini menyebabkan populasi kerang-kerangan di daerah terdampak memiliki konsentrasi tinggi toxin pada jaringan tubuh mereka. Hasilnya, populasi pemakan kerang seperti spesies-spesies burung lautan menjadi korban bagi konsetrasi tinggi toxin beracun ini.

Terhadap manusia

Konsumsi kerang-kerangan yang tercemar tercemar kandungan toxin dapat berbahaya bagi manusia. Dalam kebanyakan kasus seperti di Amerika Serikat, makanan laut yang dikonsumsi oleh manusia wajib diuji secara teratur kandungannya oleh USDA untuk memastikan kemanan konsumsinya. Namun, pemanenan kerang yang tidak tepat dapat menyebabkan keracunan kerang-kerangan pada manusia. Beberapa gejalanya termasuk diare, mual, kehilangan kontrol motorik, kesemutan, mati rasa atau bahkan kelumpuhan sistem pernapasan.

Selain beracun bila dikonsumsi, Brevotoksin yang diproduksi oleh red tide di dekat permukaan juga berkemungkinan menjadi aerosol di udara. Angin laut yang membawa toxin aerosol ini dapat menyebabkan masalah-masalah pernapasan seperti iritasi pada sistem pernapasan, bronkokonstriksi, batuk, dan bersin-bersin bagi penduduk pesisir pantai terdampak. Berenang pada perairan terdampak pasang merah juga dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga masyarakat dianjurkan untuk menghindari berenang pada area terdampak.


Referensi:
Why Floridaโ€™s red tide is killing fish, manatees, and turtles. https://www.vox.com/energy-and-environment/2018/8/30/17795892/red-tide-2018-florida-gulf-sarasota-sanibel-okeechobee What is a red tide? https://oceanservice.noaa.gov/facts/redtide.html Red tides, explained. https://www.nationalgeographic.com/environment/article/red-tides Gulf of Mexico/Florida: Harmful Algal Blooms. https://oceanservice.noaa.gov/hazards/hab/gulf-mexico.html What is a harmful algal bloom? https://www.noaa.gov/what-is-harmful-algal-bloom

Foto: Wikimedia Commons

Newsletter
๐Ÿ“ฌ Ikuti Newsletter kami dan dapatkan Artikel terbaru lebih awal
artikel terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan