Atmosfer

Jet Stream

July 17th, 2020

Penerbangan British Airways BA112 pada 9 Februari 2020 mencetak rekor baru dalam penerbangan Trans-Atlantik. Penerbangan antara New York dengan London yang normalnya berdurasi 7 jam 30 menit itu ditempuh British Airways BA112 hanya dalam waktu 4 jam 56 menit. Pemecahan rekor tersebut disebabkan oleh adanya suatu fenomena pada atmosfer yang disebut dengan Jet stream.

Apa itu Jet Stream?

Jet stream adalah fenomena aliran angin yang mengalir dengan cepat, dalam wilayah yang sempit, dan alirannya berkelok-kelok pada atmosfer. Aliran jet stream berada pada ketinggian sekitar 8 hingga 15 kilometer dari permukaan, dekat dengan ketinggian tropopause dan alirannya mengarah ke timur. Selain itu, alirannya biasanya memiliki pola yang berkelok-kelok. Jet stream dapat terbentuk, menghilang, terbagi menjadi dua aliran, atau beberapa alirannya bergabung menjadi satu aliran.

Jet stream merupakan salah satu sistem angin dengan kecepatan tertinggi di atmosfer. Pada kondisi normal, kecepatannya berkisar antara 129 hingga 225 kilometer per jam, namun kecepatannya juga bisa mencapai 443 kilometer per jam.

Jetstream-cross section

Sumber: weather.gov

Sebagian besar pilot pesawat komersial saat ini memanfaatkan aliran berkecepatan tinggi pada jet stream untuk menambah kecepatan laju pesawat saat melakukan penerbangan yang berarah ke timur. Pada penerbangan yang mengarah ke barat, pastinya sebagian besar pilot sebisa mungkin menghindari aliran tersebut karena akan menambah waktu tempuh dan juga meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Fenomena jet stream memiliki peran penting dalam transfer energi panas pada atmosfer. Selain itu, pola alirannya yang berkelok-kelok juga dapat dengan mudah menjelaskan bagaimana polutan atau abu vulkanik yang dilepaskan ke atmosfer dapat jatuh di tempat yang berjarak ribuan kilometer jauhnya.

Jet stream memiliki peran yang sangat besar bagi kondisi cuaca pada daerah-daerah di lintang menengah. Selain berperan dalam pembentukan badai dan tornado, aliran jet stream juga mempengaruhi kondisi cuaca pada permukaan terutama pada temperatur dan kelembapan. Saat alirannya berada lebih ekuator dibanding sebuah tempat, kondisi cuaca tempat tersebut akan lebih dingin dan kering daripada kondisi normal dan saat alirannya berada lebih kutub dibanding tempat tersebut, cuaca akan menjadi lebih hangat dan basah. Jadi, tergantung kepada posisi alirannya, kondisi cuaca dapat menjadi lebih panas, dingin, kering, atau basah dari biasanya.

 Tipe-tipe Jet Stream

Jetstream-polar and subtropical

Sumber: weather.gov

Angin adalah pergerakan udara pada atmosfer. Angin terbentuk karena matahari memanaskan bumi secara tidak merata. Saat matahari menyinari Bumi, beberapa wilayah bumi terutama daerah lintang rendah mendapatkan energi panas yang lebih besar dibandingkan dengan wilayah lainnya. Saat suatu wilayah dipanaskan, udara diatasnya akan ikut memanas. Udara yang memanas mulai mengembang dan menjadi densitasnya menurun. Udara lalu bergerak naik dan menjadi arus udara hangat. Udara yang lebih dingin dan densitasnya lebih tinggi lalu mengisi tempat udara dingin dan membentuk arus udara dingin.

Polar Jet

Polar jet terbentuk akibat adanya perbedaan temperatur yang besar pada pertemuan dua massa udara yang disebut front. Perubahan temperatur yang drastis pada front polar menyebabkan perubahan yang drastis pada tekanan atmosfer. Perubahan drastis pada tekanan menghasilkan gradien tekanan yang curam yang mempercepat kecepatan angin pada atmosfer dan membentuk jet stream.

Polar jet mengalir dari barat ke timur dan sejajar dengan garis kontur tekanan atmosfer. Perbedaan suhu terbesar antara daerah kutub dan ekuator terjadi pada musim dingin dan perbedaan terkecil terjadi pada musim panas. Kondisi ini menjelaskan mengapa polar jet memiliki variasi musiman. Di musim dingin, angin bergerak dengan lebih kencang dan alirannya ada pada wilayah yang lebih selatan hingga daerah subtropis. Di musim panas, kecepatannya lebih rendah dan biasanya ditemukan pada posisi lebih dekat dengan kutub.

jetstream-us

Sumber: The Atmosphere, Pearson

Subtropical Jet

Selain polar jet, di ketinggian 12 km diatas permukaan pada pertemuan sel Hadley dan Ferrel terdapat jet stream lain yang dinamakan subtropical jet. Subtropical jet hanya terdapat pada musim dingin dan menghilang pada musim panas. Kecepatan alirannya lebih lambat jika dibandingkan dengan polar jet. Pada sel Hadley, udara hangat yang dibawa menuju arah kutub menghasilkan perbedaan suhu yang tajam pada subtropical front. Perbedaan suhu yang tajam pada subtropical front juga menyebabkan perbedaan tekanan yang tinggi dan menghasilkan aliran angin berkecepatan tinggi pada atmosfer.


Referensi: Meteorology Today, 12th Edition — C. Donald Ahrens, Cengage
The Atmosphere: an Introduction to Meteorology, 14th Edition — Lutgens, Tarbuck, and Tasa, Pearson
https://www.washingtonpost.com/weather/2020/02/09/british-air-record-flight-speed-atlantic/
https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/jet-stream/https://www.weather.gov/jetstream/jethttps://www.metoffice.gov.uk/weather/learn-about/weather/types-of-weather/wind/what-is-the-jet-stream
https://www.e-education.psu.edu/meteo3/l11_p6.html

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.