Jenis-jenis Front dalam Meteorologi

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on email

Meskipun terlihat serupa, massa udara pada atmosfer memiliki karakteristik khususnya masing masing. Satu massa udara mungkin temperaturnya lebih dingin dibandingkan massa udara lainnnya. Hal ini juga berlaku untuk karakteristik kelembapannya. Massa udara yang terbentuk di atas lautan cenderung memiliki kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan massa udara yang terbentuk di atas daratan. Saat massa udara bertemu dengan massa udara lainnya, perbedaan karakteristik keduanya akan menciptakan sebuah batasan yang disebut dengan front. Selanjutnya, front juga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis front.

Apa itu Front?

Dalam Meteorologi, front dapat diartikan sebagai wilayah transisi tempat bertemunya dua massa udara dengan karakteristik yang berbeda. Sejarah istilah “front” berasal dari periode Perang Dunia I. Kala itu, seorang ahli meteorologi Norwegia menganalogikan massa udara dingin dan hangat seperti dua pihak yang bertempur di sepanjang battlefront di dataran Eropa. Apabila massa udara dingin mendesak massa udara hangat, front yang terbentuk disebut dengan front dingin. Hal ini juga berlaku sebaliknya, apabila massa udara hangat mendesak massa udara dingin, front yang terbentuk disebut dengan front hangat.

Pada peta, keberadaan front ditandai dengan garis warna-warni (sebagian besar merah dan biru) yang bergerak melintasi peta cuaca.

Garis front

Sumber: Wikimedia Commons

Front merupakan salah satu pembentuk presipitasi, khususnya pada daerah lintang menengah hingga tinggi. Presipitasi yang terbentuk bervariasi menurut jenis front yang mempengaruhi pembentukannya. Secara umum, front diklasifikasikan ke dalam empat jenis, front hangat, front, dingin, front oklusi dan front stasioner.

Front Hangat

Front Hangat

Front hangat akan terbentuk apabila massa udara hangat bertemu dan bergerak menggantikan massa udara dingin didepannya. Densitas udara dingin yang lebih tinggi memaksa udara hangat untuk bergerak naik ke atas massa udara dingin. Seiring udara bergerak naik secara perlahan ke wilayah dengan tekanan lebih rendah, udara mendingin dan kandungan uap air didalamnya terkondensasi sehingga menghasilkan lembaran awan-awan stratiform.

Awan tipe stratiform dapat menghasilkan hujan dengan intensitas ringan pada daerah yang sangat luas. Front hangat dapat mempengaruhi area hingga seluas ratusan kilometer. Ketika sebuah wilayah dilewati oleh front hangat, cuaca akan menjadi lebih hangat dan lebih lembab daripada sebelumnya.

Front hangat pada umumnya bergerak dengan lamban (sekitar 10-20 mil/jam). Pada peta sinoptik/peta cuaca, keberadaan front hangat ditandai dengan garis berwarna merah dengan tambahan setengah lingaran kecil yang mengarah searah dengan pergerakan front hangat.

Front Dingin

Front dingin

Apabila massa udara dingin bergerak menggantikan udara yang lebih hangat, perbedaan karakteristik udara keduanya akan menyebabkan terbentuknya front dingin. Pada peta sinoptik, front dingin ditandai oleh garis berwarna biru dengan segitiga yang mengarah searah dengan pergerakannya. Saat suatu wilayah dilewati oleh front dingin, temperatur dan kelembapan udara wilayah tersebut akan menurun.

Pada umumnya, front dingin bergerak lebih cepat dibandingkan front hangat. Densitas udara dingin yang lebih tinggi memaksa udara hangat untuk bergerak naik dengan cepat. Hal ini menyebabkan kemiringan garis front yang jauh lebih curam dibandingkan front hangat. Awan-awan cumuliform terbentuk seiring massa udara dipaksa bergerak naik. Front dingin sering kali menyebabkan hujan deras dan cuaca-cuaca ekstrem lainnya.

Front Oklusi

Front oklusi

Front oklusi adalah gabungan dari dua sistem front yang tergabung oleh oklusi. Front dingin umumnya bergerak lebih cepat dari front hangat. Bahkan, front dingin memiliki rata rata kecepatan sekitar dua kali lipat dari kecepatan front hangat biasa. Akibatnya, front dingin terkadang akan menabrak front hangat yang berada didepannya. Front oklusi terbentuk saat tiga massa udara bertemu.

Front oklusi terbagi menjadi dua tipe. Ketika udara di belakang front dingin lebih dingin dibandingkan udara yang berada di depan front hangat, fenomena ini disebut dengan front oklusi dingin. Sebaliknya, apabila udara di belakang front dingin lebih hangat dibandingkan udara yang berada di depan front hangat, fenomena ini disebut dengan front oklusi hangat.

Pada peta sinoptik, jenis front oklusi ditandai oleh garis berwarna ungu dengan segitiga dan setengah lingkaran yang mengarah searah dengan pergerakan front.

Front Stasioner

Front stasioner

Terkadang, aliran udara pada kedua sisi front tidak mengarah ke massa udara dingin maupun ke massa udara hangat, melainkan hampir sejajar dengan garis front. Akibatnya, posisi front tidak bergerak, atau bergerak dengan lamban. Kondisi ini disebut dengan front stasioner.

Saat salah satu massa udara bergerak maju mendorong massa udara lainnya, front stasioner akan mulai bergerak. Pada titik ini, front stasioner akan menjadi front hangat atau dingin, tergantung pada massa udara mana (hangat atau dingin) yang bergerak mendorong massa udara lainnya.

Front stasioner muncul pada peta sinoptik sebagai garis merah-biru dengan dengan segitiga biru mengarah ke sisi front yang ditempati oleh udara yang lebih hangat, dan setengah lingkaran merah yang mengarah ke sisi udara dingin.


Referensi:
Ahrens, C. Donald., Henson, Robert. Meteorology Today. Cengage, 2013.
Lutgens, Frederick K., et al. Earth Science. Pearson, 2014.
Lutgens, Frederick K., et al. The Atmosphere: an Introduction to Meteorology. Pearson, 2013.
Front. https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/front/
Types of Fronts. https://www.e-education.psu.edu/meteo3/l3_p6.html
Weather fronts. https://www.metoffice.gov.uk/weather/learn-about/weather/atmosphere/weather-fronts

Foto: Pixabay

Newsletter
๐Ÿ“ฌ Ikuti Newsletter kami dan dapatkan Artikel terbaru lebih awal
artikel terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan