Antroposfer

Struktur Kota

May 22nd, 2020

Kota sebagai tempat hidup dan berkembang masyarakat beragam yang tinggal di dalamnya pastinya memiliki berbagai fungsi penyedia layanan, perumahan tempat masyarakat tinggal, dan industri tempat orang orang bekerja. Bagaimana fungsi fungsi ini diatur dalam hubungannya dengan satu sama lain adalah apa yang kita sebut dengan struktur kota.

Setiap kota pada dasarnya memiliki struktur kota yang berbeda satu sama lain. Namun, belakangan ditemukan bahwa terdapat kemiripan pola keruangan yang ditemukan untuk menggeneralisasi struktur kota dan menjelaskan distribusi berbagai kelompok sosial dalam wilayah perkotaan.

Terdapat 3 model struktur kota yang digunakan secara luar untuk menjelaskan pola keruangan pada kota. Model model itu adalah model Konsentrik, Sektoral, dan Inti Berganda.

Model Concentric

struktur kota-konsentrik

Source: Contemporary Human Geography

Pada tahun 1923, sosiolog E. W. Burgess menciptakan model konsentris berdasarkan pola keruangan kota Chicago. Menurut model konsentris, sebuah kota tumbuh keluar dari area pusat dalam serangkaian cincin konsentris. Ukuran dan lebar cincin konsentris tersebut dapat bervariasi dari satu kota ke kota lain, tetapi jenis cincin dasar yang sama muncul di semua kota dalam urutan yang sama. Burgess mengidentifikasi adanya lima cincin:

  1. CBD, pusat kegiatan perdagangan dan hiburan kota. Zona ini diisi perkantoran, toko toko besar, dan hub bagi transportasi massal
  2. Zona transisi, berisi industri dan perumahan berkualitas rendah. Imigran ke kota pertama kali tinggal di zona ini dalam unit hunian kecil, sering kali dibuat dengan membagi rumah-rumah yang lebih besar menjadi apartemen-apartemen kecil.
  3. Zona rumah kelas pekerja, yang berisi rumah-rumah tua sederhana yang ditempati oleh keluarga kelas pekerja.
  4. Zona tinggal kelas menengah, yang berisi rumah-rumah baru dan lebih luas untuk keluarga kelas menengah.
  5. Zona komuter, di luar area kota yang terus dibangun. Orang-orang tinggal di komunitas kecil dan pergi bekerja ke CBD.

Model ini digunakan dengan asumsi:

  1. Kota dibangun di atas tanah datar sehingga memberi keuntungan yang sama ke segala arah
  2. Sistem transportasi sama mudah, cepat, dan murah ke segala arah.
  3. Nilai tanah tertinggi berada di pusat kota dan nilainya menurun dengan cepat seiring menjauhi pusat kota.
  4. Bangunan tertua berada di (atau dekat) dengan pusat kota. Bangunan menjadi semakin baru seiring mendekati batas kota.
  5. Kota-kota berisi berbagai bidang sosial-ekonomi dan etnis yang terdefinisi dengan baik.
  6. Kelas miskin tinggal dekat dengan pusat kota dan tempat kerja karena mereka tidak mampu membayar transportasi atau perumahan yang mahal.
  7. Tidak ada pemusatan industri berat.

Model Sectoral

struktur kota-sektoral

_Source: Contemporar_y Human Geography

Teori kedua struktur perkotaan, model sektoral, dikembangkan pada tahun 1939 oleh Homer Hoyt. Menurut Hoyt, kota berkembang dalam serangkaian sektor dan bukan cincin. Daerah-daerah tertentu di kota lebih menarik untuk berbagai kegiatan, awalnya karena faktor lingkungan atau bahkan kebetulan. Ketika sebuah kota tumbuh, kegiatan berkembang ke luar dalam sebuah sektor dari pusat. Setelah sebuah distrik dengan perumahan kelas atas didirikan, perumahan baru yang paling mahal dibangun di tepi luar distrik itu, lebih jauh dari pusat. Oleh karena itu perumahan terbaik ditemukan di koridor yang membentang dari pusat kota ke tepi luar kota. Kegiatan industri dan ritel berkembang di sektor lain, biasanya di sepanjang jalur transportasi. Dalam beberapa hal, model sektor ini merupakan penyempurnaan dari model zona konsentris daripada penyajian kembali yang radikal. Hoyt memetakan daerah sewa tertinggi untuk sejumlah kota di AS pada waktu yang berbeda dan menunjukkan bahwa distrik kelas sosial tertinggi biasanya tetap berada di sektor yang sama, meskipun ia bergerak lebih jauh di sepanjang sektor tersebut seiring waktu.

Hoyt dan Burgess keduanya mengklaim bahwa pola sosial di Chicago mendukung model mereka. Menurut Burgess, CBD Chicago dikelilingi oleh serangkaian cincin, hanya dipecah oleh Danau Michigan di sebelah timur. Hoyt berpendapat bahwa perumahan terbaik di Chicago dikembangkan ke utara dari CBD di sepanjang Danau Michigan, sedangkan industri terletak di sepanjang jalur kereta api utama dan jalan ke selatan, barat daya, dan barat laut.

Model ini dibuat dengan asumsi:

  1. Orang kaya yang bisa membayar lebih memilih lokasi terbaik
  2. Penduduk kaya bisa membeli mobil pribadi atau membayar transportasi publik tinggal jauh dari kawasan industri namun dekat jalan utama
  3. Penggunaan lahan yang serupa menarik penggunaan lahan serupa lainnya, memusatkan satu fungsi di sebuah area dan menolak fungsi lain

Model Multiple Nuclei

struktur kota-multiple nuclei

Source: Contemporary Human Geography

C. D. Harris dan E. L. Ullman mengembangkan model inti berganda pada tahun 1945. Menurut model ini, sebuah kota adalah struktur kompleks yang mencakup lebih dari satu pusat di mana kegiatan berlangsung. Teori multiple nuclei menyatakan bahwa beberapa aktivitas tertarik pada simpul tertentu, sedangkan yang lain mencoba menghindarinya. Misalnya, universitas dapat menarik penduduk yang berpendidikan baik, restoran pizza, dan toko buku, sedangkan bandara dapat menarik hotel dan gudang. Di sisi lain, kegiatan penggunaan lahan yang tidak kompatibel akan menghindari pengelompokan di lokasi yang sama. Industri berat dan perumahan kelas tinggi, misalnya, jarang ada di lingkungan yang sama.

Asumsi:

  1. Kota tidak tumbuh dari 1 CBD, tetapi dari beberapa inti yang independen
  2. Setiap inti bertindak sebagai pusat pertumbuhan dan memiliki fungsi masing masing
  3. Seiring waktu, akan terjadi pertumbuhan keluar dari tiap nukleus hingga mereka menyatu dan menjadi satu pusat urban
  4. Jika kota menjadi terlalu besar dan padat, beberapa fungsi mungkin disebarkan ke inti baru

Referensi

Geography: an Integrated Approach — David Waugh, Nelson Thornes
Cambridge International AS and A Level Geography, 2nd Edition — Garrett Nagle, Hodder Education
Visualizing Human Geography, 2nd Edition — Alyson Greiner, Wiley
IB Geography Study Guide — Garrett Nagle, Oxford
Contemporary Human Geography, 4th Edition — James M. Rubenstein, Pearson
coolgeography.co.uk
https://en.wikipedia.org/

Logo

Telusuri lebih jauh tentang manusia, lingkungannya, dan bumi yang kita pijak beserta bentang alamnya bersama Supergeografi!

© 2022 All rights reserved.